Senin, 19 Oktober
Kalau kamu membuat pesta, undanglah orang-orang yang miskin, cacat, pincang, dan buta. Kamu akan bahagia karena mereka tidak punya apa-apa untuk membalasnya. Kamu akan mendapat balasannya sewaktu orang-orang benar dibangkitkan.—Luk. 14:13, 14.
Saudara menunjukkan bahwa Saudara ’murah hati’, atau suka menerima tamu, dengan berbuat baik kepada orang lain, termasuk kepada orang yang bukan teman dekat Saudara. (1 Ptr. 4:9, juga catatan kaki) Sebuah referensi mengatakan hal ini tentang orang yang suka menerima tamu: ”Pintu rumahnya—dan pintu hatinya—harus terbuka untuk orang asing.” Coba pikirkan: ’Apakah saya dikenal sebagai orang yang suka menerima tamu?’ (Ibr. 13:2, 16, catatan kaki) Orang yang seperti itu senang berbagi dengan orang lain, termasuk yang tidak punya banyak uang dan yang bekerja keras dalam pelayanan, seperti pengawas wilayah dan pengkhotbah tamu.—Kej. 18:2-8; Ams. 3:27; Kis. 16:15; Rm. 12:13. w24.11 21 ¶6
Selasa, 20 Oktober
Gadis-gadis yang sudah siap pun masuk bersamanya ke pesta pernikahan.—Mat. 25:10.
Yesus menceritakan perumpamaan tentang sepuluh gadis yang pergi untuk menyambut pengantin laki-laki. (Mat. 25:1-4) Mereka ingin menemani pengantin laki-laki itu ke pesta pernikahannya. Yesus menyebut lima di antara mereka ”bijaksana” dan lima lagi ”bodoh”. Lima gadis yang bijaksana siap untuk terus menunggu, bahkan kalau pengantin laki-laki itu baru tiba pada tengah malam. Mereka membawa lampu minyak dan juga minyak cadangan supaya lampu mereka bisa tetap menyala. (Mat. 25:6-10) Sewaktu pengantin laki-laki datang, lima gadis yang bijaksana itu pun masuk bersamanya ke pesta pernikahan. Begitu juga, orang Kristen terurap yang terbukti siap dan tetap setia sampai kedatangan Kristus akan dianggap layak untuk ikut memerintah di surga bersama Yesus, sang Pengantin Laki-Laki.—Why. 7:1-3. w24.09 21 ¶6
Rabu, 21 Oktober
Saya melihat suatu kumpulan besar orang [yang] berasal dari semua bangsa.—Why. 7:9.
Sewaktu melihat hasil pengabaran di seluruh dunia, kita pasti tergerak untuk terus mengabar dengan bersemangat. Setiap tahun, ada jutaan orang yang menghadiri acara Peringatan dan belajar Alkitab dengan kita. Selain itu, ada ratusan ribu orang yang dibaptis dan ikut mengabar bersama kita. Kita tidak tahu berapa banyak lagi yang akan menerima kabar baik. Tapi, kita tahu bahwa akan ada suatu kumpulan besar orang yang selamat melewati kesengsaraan besar. (Why. 7:9, 14) Sebagai Pemilik panen, Yehuwa yakin bahwa masih ada banyak orang yang akan menerima kabar baik. Jadi, kita pasti mau terus mengabar. (Luk. 10:2) Dulu, murid-murid Yesus dikenal sebagai penginjil yang bersemangat. Sewaktu orang-orang melihat para rasul mengabar dengan sangat berani, ”mereka pun sadar bahwa kedua orang itu dulunya bersama Yesus”. (Kis. 4:13) Sekarang, pengabaran kita juga diperhatikan orang-orang. Semoga mereka bisa melihat bahwa kita melakukannya dengan bersemangat seperti Yesus. w25.03 18 ¶15; 19 ¶17-18