• Menara Pengawal (2013)
  • ’Dia Memberikan Upah kepada yang Sungguh-Sungguh Mencari-Nya’

MENDEKATLAH KEPADA ALLAH

’Dia Memberikan Upah kepada yang Sungguh-Sungguh Mencari-Nya’

Apakah Yehuwa menghargai upaya para penyembah-Nya untuk menyenangkan Dia? Ada yang mengatakan kalau Allah tidak peduli terhadap kita. Tetapi, pendapat seperti itu sangat menyalahgambarkan Allah. Firman-Nya, Alkitab, memberi tahu kita yang sebenarnya. Alkitab meyakinkan kita bahwa Allah menghargai upaya hamba-hamba-Nya yang setia. Perhatikan kata-kata rasul Paulus di Ibrani 11:6.

Apa yang harus kita miliki agar bisa menyenangkan Yehuwa? ”Tanpa iman, orang mustahil menyenangkan dia,” kata Paulus. Perhatikan bahwa Paulus tidak mengatakan bahwa kita sulit menyenangkan Allah tanpa iman. Namun, ia mengatakan bahwa kita mustahil melakukannya. Jadi, memiliki iman adalah syarat mutlak untuk dapat menyenangkan Allah.

Iman seperti apa yang menyenangkan Yehuwa? Iman kita kepada Allah harus mencakup dua hal. Pertama, kita ”harus percaya bahwa dia ada”. Terjemahan lain mengatakan kita harus ”percaya bahwa Allah itu nyata”. Kita tidak mungkin bisa menyenangkan Allah jika kita tidak yakin akan keberadaan-Nya. Namun, iman yang sejati bukan sekadar percaya, karena hantu-hantu pun percaya bahwa Yehuwa ada. (Yakobus 2:19) Iman yang sejati perlu dibuktikan dengan tindakan, yaitu berupaya menyenangkan Allah dalam kehidupan.—Yakobus 2:20, 26.

Kedua, kita ”harus percaya bahwa” Allah akan ”memberikan upah”. Seseorang yang punya iman sejati benar-benar yakin bahwa upayanya untuk menyenangkan Allah tidak akan sia-sia. (1 Korintus 15:58) Kita tidak bisa menyenangkan Yehuwa jika kita meragukan kemampuan dan keinginan-Nya untuk mengupahi kita. (Yakobus 1:17; 1 Petrus 5:7) Kalau seseorang menganggap Allah tidak peduli, tidak murah hati, dan tidak menghargai upayanya, ia tidak mengenal Allah yang benar.

Siapa saja yang mendapat upah dari Yehuwa? ”Orang yang dengan sungguh-sungguh mencari dia,” kata Paulus. Menurut sebuah buku referensi untuk penerjemahan Alkitab, kata Yunani yang diterjemahkan menjadi ”sungguh-sungguh mencari” bukan sekadar berarti ”berusaha menemukan” Allah, tetapi mengandung arti beribadat kepada Allah. Karya referensi lain menjelaskan bahwa bentuk yang digunakan untuk kata kerja Yunani itu menyiratkan kegigihan dan upaya maksimal. Ya, Yehuwa mengupahi mereka yang, karena beriman, menyembah Dia dengan kasih dan semangat yang sepenuh hati.—Matius 22:37.

Bagaimana Allah mengupahi para penyembah-Nya yang beriman? Ia berjanji bahwa di masa depan, Ia akan memberikan kehidupan abadi di Firdaus di bumi. Upah yang tak ternilai ini menunjukkan dalamnya kemurahan hati dan kasih Yehuwa. (Penyingkapan [Wahyu] 21:3, 4) Bahkan sekarang, mereka yang sungguh-sungguh mencari Yehuwa menerima banyak berkat. Hikmat Allah yang terdapat dalam Alkitab dan roh kudus-Nya membuat mereka bisa menikmati kehidupan yang sangat memuaskan.—Mazmur 144:15; Matius 5:3.

Ya, Yehuwa adalah Allah yang sangat menyayangi umat-Nya yang setia dan menghargai pelayanan mereka. Apakah hal itu membuat Anda ingin mengenal Allah lebih dekat? Anda bisa belajar caranya membangun dan menunjukkan iman yang sejati agar mendapat upah limpah dari Yehuwa.

Saran pembacaan untuk November

[Blurb di hlm. 11]

Kita tidak bisa menyenangkan Yehuwa jika kita meragukan kemampuan dan keinginan-Nya untuk mengupahi kita