Januari
Kamis, 1 Januari
Jadilah dewasa dalam berpikir.—1 Kor. 14:20.
Orang tua pasti sangat senang sewaktu bayi mereka lahir. Tapi, meskipun mereka menyayangi bayi itu, mereka pasti tidak mau dia terus menjadi bayi. Malah, mereka akan sangat khawatir kalau dia tidak bertumbuh. Begitu juga, Yehuwa senang sewaktu kita mulai menjadi pengikut Yesus. Tapi, Dia tidak mau kita terus menjadi bayi secara rohani. (1 Kor. 3:1) Sebaliknya, Dia meminta kita untuk menjadi orang Kristen yang ”dewasa”. Di Alkitab, kata Yunani yang diterjemahkan menjadi ”dewasa” bisa juga berarti ”matang”, ”sempurna”, dan ”lengkap”. (1 Kor. 2:6) Seperti bayi yang bertumbuh menjadi orang dewasa, kita juga harus bertumbuh secara rohani dan menjadi orang Kristen yang matang. Tentu saja, setelah kita menjadi matang, kita harus terus membuat kemajuan.—1 Tim. 4:15. w24.04 14:1, 3
Jumat, 2 Januari
Kemah-Ku akan ada bersama mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka.—Yeh. 37:27.
Bagi Saudara, Yehuwa itu siapa? Saudara mungkin menjawab, ’Yehuwa itu Bapak saya, Allah saya, dan Sahabat saya.’ Selain itu, mungkin ada gelar-gelar lain yang Saudara gunakan untuk menggambarkan Yehuwa. Tapi, apakah Saudara juga menganggap Yehuwa sebagai Tuan Rumah? Raja Daud menggambarkan hubungan Yehuwa dengan para penyembah-Nya yang setia seperti hubungan antara tuan rumah dengan tamunya. Daud berkata, ”Oh Yehuwa, siapa yang boleh bertamu di kemah-Mu? Siapa yang boleh tinggal di gunung suci-Mu?” (Mz. 15:1) Ayat ini menunjukkan bahwa Yehuwa mengundang kita untuk menjadi tamu-Nya, atau sahabat-Nya. Dulu, Yehuwa hanya sendiri sebelum Dia menciptakan segala sesuatu. Kemudian, Yehuwa menciptakan Putra sulung-Nya dan menyambut dia sebagai tamu pertama di kemah-Nya. Yehuwa sangat senang dengan peran baru-Nya sebagai Tuan Rumah. Alkitab mengatakan bahwa Putra-Nya itulah ”yang khususnya Dia senangi”, dan Putra-Nya juga ”bergembira di hadapan-Nya sepanjang waktu”.—Ams. 8:30. w24.06 23:1-3
Sabtu, 3 Januari
Zadok [adalah] seorang pemuda yang hebat dan berani.—1 Taw. 12:28.
Bayangkan situasinya: Lebih dari 340.000 pria berkumpul untuk menjadikan Daud raja atas seluruh Israel. Selama tiga hari, suara mereka mengobrol dan bernyanyi memuji Yehuwa terdengar jelas di bukit-bukit berbatu dekat Hebron. (1 Taw. 12:39) Di antara ratusan ribu pria itu, ada seorang pemuda bernama Zadok. Dia mungkin tidak menonjol, tapi Yehuwa memastikan agar kita tahu Zadok ada di sana. (1 Taw. 12:22, 26-28) Zadok adalah seorang imam. Dia bekerja sama dengan Imam Besar Abiatar, dan hubungan mereka akrab. Zadok juga adalah seorang penilik, yaitu orang yang diberi hikmat yang luar biasa dan kemampuan khusus untuk mengetahui kehendak Allah. (2 Sam. 15:27) Selain itu, Zadok juga berani. Di hari-hari terakhir ini, Setan semakin gencar menyerang umat Allah. (1 Ptr. 5:8) Karena itu, kita perlu tetap berani sambil menunggu saatnya Yehuwa membinasakan Setan dan dunianya yang jahat. (Mz. 31:24) Kita perlu meniru keberanian Zadok. w24.07 27:1-3
Minggu, 4 Januari
Adam hidup sampai umur 930 tahun, lalu dia meninggal.—Kej. 5:5.
Sewaktu Yehuwa menciptakan pria dan wanita pertama, Dia ingin mereka bahagia. Dia memberi mereka tempat tinggal yang indah, karunia berupa perkawinan, dan tugas yang menyenangkan. Mereka ditugaskan untuk memenuhi bumi dengan keturunan mereka dan membuat seluruh bumi menjadi sebuah firdaus, sama seperti Taman Eden. Yehuwa hanya memberi mereka satu larangan yang sederhana. Dia memperingatkan mereka bahwa kalau mereka sengaja melanggarnya dan memberontak, mereka akan mati. Apa yang terjadi selanjutnya? Seorang malaikat, yang tidak mengasihi Allah ataupun manusia, menggoda mereka untuk berbuat dosa. Sayangnya, Adam dan Hawa terpengaruh. Bukannya percaya kepada Bapak mereka yang pengasih, mereka malah memberontak. Sejak hari itu, mereka harus menanggung akibatnya, seperti yang Yehuwa katakan. Mereka mulai menjadi tua dan akhirnya mati.—Kej. 1:28, 29; 2:8, 9, 16-18; 3:1-6, 17-19, 24. w24.08 31:3
Senin, 5 Januari
Jadilah pelaku firman, bukan hanya pendengar.—Yak. 1:22.
Yehuwa dan Putra-Nya ingin kita bahagia. Mazmur 119:2 berkata, ”Bahagialah orang yang menaati pengingat-Nya, yang mencari Dia dengan sepenuh hati.” Yesus juga mengatakan, ”[Orang] yang bahagia adalah orang yang mendengar firman Allah dan menaatinya!” (Luk. 11:28) Sebagai umat Yehuwa, kita sangat bahagia karena kita rutin membaca Firman Allah dan berupaya untuk menerapkannya. (Yak. 1:22-25) Hal ini penting untuk menyenangkan Yehuwa. (Pkh. 12:13) Kita juga bisa lebih akrab dengan keluarga kita dan rekan-rekan seiman kita. Selain itu, kita bisa terhindar dari banyak masalah yang dialami oleh orang-orang yang tidak menaati Yehuwa. Ya, seperti yang dikatakan Raja Daud dalam lagunya, kalau kita menjalankan hukum, petunjuk, dan keputusan dari Yehuwa, kita akan mendapat ”upah yang besar”.—Mz. 19:7-11. w24.09 36:1-3
Selasa, 6 Januari
Dia menyembuhkan orang yang hancur hatinya; Dia membalut luka mereka.—Mz. 147:3.
Yehuwa memperhatikan semua hal yang dialami hamba-hamba-Nya. Dia tahu saat kita bahagia dan saat kita sedih. (Mz. 37:18) Dia sangat menghargai upaya kita untuk melayani Dia dengan sebisa-bisanya meskipun hati kita sedang terluka. Dia juga ingin mendukung dan menghibur kita. Mazmur 147:3 mengatakan bahwa Yehuwa ”membalut luka” orang-orang yang hancur hatinya. Yehuwa dengan lembut merawat kita sewaktu kita terluka secara emosi. Tapi untuk mendapat manfaatnya, kita harus melakukan sesuatu. Perhatikan gambaran ini. Seorang dokter yang terampil bisa melakukan banyak hal untuk menyembuhkan orang yang terluka. Tapi, orang itu harus mengikuti baik-baik petunjuk yang diberikan. Yehuwa, melalui Firman-Nya, berbicara kepada orang-orang yang terluka secara emosi dan memberi mereka petunjuk-Nya yang pengasih. w24.10 40:1-2
Rabu, 7 Januari
Mereka semua dilenyapkan dari bumi.—Kej. 7:23.
Dulu, publikasi kita mengatakan tentang orang-orang yang Yehuwa hakimi sebagai orang yang tidak benar bahwa mereka tidak punya harapan untuk dibangkitkan lagi. Di Alkitab, ada beberapa kisah tentang penghakiman Yehuwa terhadap orang-orang yang tidak benar. Misalnya, Yehuwa pernah menggunakan Air Bah untuk melenyapkan banyak orang, yang jumlahnya tidak diketahui. Yehuwa juga pernah memerintahkan bangsa Israel untuk memusnahkan tujuh bangsa di Negeri Perjanjian. Dan belakangan, Yehuwa menggunakan seorang malaikat untuk membunuh 185.000 prajurit Asiria dalam satu malam. (Ul. 7:1-3; Yes. 37:36, 37) Dalam semua peristiwa tersebut, apakah Alkitab memberi tahu kita bahwa Yehuwa memusnahkan semua orang itu untuk selamanya, tanpa ada harapan untuk dibangkitkan? Tidak. Kita tidak tahu keputusan Yehuwa bagi setiap orang yang dimusnahkan. Kita juga tidak tahu apakah mereka sudah diberi kesempatan untuk belajar tentang Yehuwa dan bertobat. w24.05 18:5-7
Kamis, 8 Januari
Teruslah kalahkan kejahatan dengan kebaikan.—Rm. 12:21.
Yesus menceritakan sebuah perumpamaan tentang seorang janda yang terus meminta keadilan dari seorang hakim. Banyak pengikut Yesus pasti tersentuh saat mendengar perumpamaan tersebut karena rakyat jelata pada waktu itu sering mengalami ketidakadilan. (Luk. 18:1-5) Kita pasti juga bisa memahami perasaan janda itu karena kita semua pernah diperlakukan dengan tidak adil. Prasangka, ketidakadilan, dan penindasan ada di mana-mana. Jadi, kita tidak heran kalau kita diperlakukan dengan buruk oleh orang-orang di dunia ini. (Pkh. 5:8) Tapi, kita mungkin merasa sangat kecewa kalau yang melakukannya adalah rekan seiman kita. Memang, saudara-saudari kita melakukan itu hanya karena mereka manusia yang tidak sempurna, bukan karena mereka berniat buruk seperti para penentang. Tapi sewaktu menghadapi keadaan itu, kita bisa belajar dari reaksi Yesus sewaktu dia diperlakukan dengan tidak adil oleh para penentang. Kalau kita bisa bersabar sewaktu menghadapi perlakuan yang tidak adil dari para penentang, kita seharusnya bisa lebih sabar lagi terhadap saudara-saudari kita. w24.11 44:1-2
Jumat, 9 Januari
Di mana kita bisa beli roti untuk orang-orang ini?—Yoh. 6:5.
Roti adalah salah satu makanan pokok di zaman Alkitab. (Kej. 14:18; Luk. 4:4) Malah, Alkitab kadang menggunakan kata ”roti” untuk memaksudkan makanan. (Mat. 6:11, catatan kaki; Kis. 20:7, keterangan tambahan) Yesus juga pernah melakukan dua mukjizat terkenal yang berhubungan dengan roti. (Mat. 16:9, 10) Salah satunya dicatat di Yohanes pasal 6. Setelah para rasul Yesus selesai mengabar ke berbagai tempat, Yesus mengajak mereka untuk naik perahu menyeberangi Laut Galilea supaya mereka bisa istirahat di sebuah tempat yang sepi di daerah Betsaida. (Mrk. 6:7, 30-32; Luk. 9:10) Tapi, banyak orang mengetahuinya, dan mereka berlari untuk pergi ke tempat itu juga. Sewaktu Yesus dan para rasulnya sampai, sudah ada ribuan orang di sana. Yesus tidak mengabaikan mereka. Dia dengan baik hati menyediakan waktu untuk mengajar mereka tentang Kerajaan Allah dan menyembuhkan yang sakit. Sewaktu sudah sore, murid-murid Yesus mulai memikirkan bagaimana semua orang itu bisa makan. Beberapa orang mungkin membawa sedikit makanan, tapi yang lainnya perlu pergi ke desa-desa sekitar untuk mencari makanan.—Mat. 14:15. w24.12 48:1-2
Sabtu, 10 Januari
Allah memberikan karunia berupa kehidupan abadi melalui Kristus Yesus Tuan kita.—Rm. 6:23.
Orang tua pertama kita, Adam dan Hawa, sempurna dan tinggal di Firdaus yang indah. (Kej. 1:27; 2:7-9) Mereka punya kesempatan untuk hidup bahagia selamanya. Tapi, semuanya berubah sewaktu mereka berdosa. Mereka tidak bisa lagi tinggal di Firdaus dan kehilangan kesempatan untuk hidup selamanya. Apa yang mereka wariskan kepada keturunan mereka? Alkitab berkata, ”Sama seperti dosa masuk ke dalam dunia melalui satu orang [Adam], dan kematian masuk melalui dosa, kematian pun menyebar kepada semua orang karena semua orang berbuat dosa.” (Rm. 5:12) Ya, Adam mewariskan dosa, yang mengakibatkan kematian. Dosa yang kita warisi itu mirip seperti utang yang sangat besar, dan tidak satu pun dari kita bisa membayarnya. (Mz. 49:8) Yesus menyamakan dosa dengan ”utang”. (Mat. 6:12; Luk. 11:4, catatan kaki) Sewaktu kita berdosa, kita seperti berutang kepada Yehuwa, dan utang itu harus kita bayar. Kalau tidak, kita baru bisa bebas dari utang itu sewaktu kita mati.—Rm. 6:7. w25.02 6:2-3
Minggu, 11 Januari
Aku sudah membuat nama-Mu dikenal.—Yoh. 17:26.
Kita senang karena memiliki kehormatan untuk memberitakan Kerajaan Allah. Tapi, apakah kehormatan itu bisa dimiliki oleh siapa pun? Tidak. Misalnya, sewaktu Yesus di bumi, dia tidak mengizinkan roh-roh jahat untuk bersaksi tentang dia. (Luk. 4:41) Dan sekarang, sebelum seseorang bisa ikut mengabar bersama umat Yehuwa, dia harus memenuhi persyaratan tertentu. Nah, bagaimana kita bisa menunjukkan bahwa kita sangat menghargai kehormatan untuk mengabar? Kita bisa menunjukkannya dengan memberikan kesaksian di mana pun dan kapan pun kita bisa melakukannya. Seperti Yesus, kita ingin menanam dan menyiram benih kebenaran dalam hati orang-orang. (Mat. 13:3, 23; 1 Kor. 3:6) Sesuai teladan Yesus, organisasi Yehuwa berupaya sebisa-bisanya untuk membantu orang-orang mengenal nama Allah. Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru sangat berperan dalam hal ini. Di terjemahan itu, nama Allah dikembalikan ke tempat-tempat yang seharusnya. Sekarang, terjemahan ini tersedia secara lengkap atau sebagian dalam lebih dari 270 bahasa. w24.04 15:8-9
Senin, 12 Januari
Suaminya berdiri dan memujinya.—Ams. 31:28.
Beberapa saudara yang menikmati perkawinan yang bahagia punya kebiasaan untuk melakukan sesuatu bagi istri mereka setiap hari, yang menunjukkan kasih sayang mereka. (1 Yoh. 3:18) Suami bisa melakukannya dengan cara yang sederhana, seperti memegang tangan istrinya atau memeluknya dengan hangat. Dia juga bisa mengirim pesan singkat yang isinya: ”Gimana kamu hari ini?”, ”Kamu sudah makan?”, atau ”Aku kangen sama kamu.” Dari waktu ke waktu, dia juga bisa menulis kartu ucapan yang berisi kata-kata yang dipikirkan dengan baik. Atau, dia bisa membawa pulang makanan kesukaan istrinya. Dengan melakukan hal-hal itu, suami menunjukkan bahwa dia menghormati istrinya, dan dia pun memperkuat perkawinan mereka. Suami yang menghormati istrinya juga akan berupaya membuat istrinya merasa dihargai. Salah satu caranya adalah dengan mengingat untuk berterima kasih atas semua yang istrinya lakukan untuk mendukung dia. (Kol. 3:15) Sewaktu suami memuji istrinya dengan tulus, istrinya pasti merasa senang, aman, disayangi, dan dihormati. w25.01 2:15, 16
Selasa, 13 Januari
Aku, Yehuwa, adalah Allahmu, . . . yang menuntunmu di jalan yang harus kamu tempuh.—Yes. 48:17.
Mazmur 15 diakhiri dengan janji ini: ”Siapa pun yang melakukan semua itu akan tetap teguh.” Itulah alasan utama mengapa Yehuwa memberikan persyaratan yang ada di ayat-ayat sebelumnya. Yehuwa ingin kita bahagia. Kalau kita mengikuti petunjuk-Nya, kita akan diberkati dan dilindungi oleh-Nya. Tamu-tamu Yehuwa bisa menantikan masa depan yang cerah. Di surga, Yesus sudah menyiapkan ”banyak tempat tinggal” untuk orang-orang terurap yang setia. (Yoh. 14:2) Dan, orang-orang yang punya harapan untuk hidup di bumi bisa menantikan janji di Wahyu 21:3 menjadi kenyataan. Ya, kita semua pasti merasa sangat terhormat karena mendapat undangan untuk menjadi sahabat Yehuwa dan menjadi tamu di kemah-Nya untuk selamanya!—Mz. 15:1-5. w24.06 24:19-20
Rabu, 14 Januari
Muliakanlah Yehuwa karena nama-Nya.—Mz. 96:8.
Di Alkitab, ”kemuliaan” bisa memaksudkan apa pun yang membuat seseorang terlihat mengagumkan. Tidak lama setelah bangsa Israel dibebaskan dari perbudakan di Mesir, Yehuwa memperlihatkan kemuliaan-Nya yang luar biasa. Bayangkan: Jutaan orang Israel berkumpul di kaki Gunung Sinai untuk mendengar Allah mereka berbicara. Tiba-tiba, awan yang gelap menutupi seluruh gunung itu, dan terjadi gempa bumi yang dahsyat disertai guntur, kilat, dan suara trompet tanduk yang nyaring. (Kel. 19:16-18; 24:17; Mz. 68:8) Orang-orang Israel itu pasti sangat kagum melihat kemuliaan Yehuwa yang begitu besar. Sekarang, kita bisa memuliakan Yehuwa dengan memberi tahu orang lain tentang kekuatan-Nya yang menakjubkan dan sifat-sifat-Nya yang indah. Kita juga bisa memuliakan Yehuwa dengan mengakui bahwa Dialah yang membuat kita berhasil melakukan berbagai hal.—Yes. 26:12. w25.01 1:2-3
Kamis, 15 Januari
Aku diutus Yehuwa.—Bil. 16:28.
Dalam perjalanan ke Negeri Perjanjian, beberapa pria Israel yang terhormat menentang Musa dan tidak mau mengakui peran yang Yehuwa berikan kepadanya. Mereka berkata, ”Seluruh jemaat ini [bukan hanya Musa] suci, dan Yehuwa bersama mereka.” (Bil. 16:1-3) Memang, Yehuwa memandang ”seluruh jemaat” itu suci. Tapi, Dia sudah memilih Musa untuk memimpin umat-Nya. Jadi dengan mengkritik Musa, para pemberontak itu sebenarnya mengkritik Yehuwa. Mereka tidak berfokus pada apa yang Yehuwa inginkan, tapi pada apa yang mereka inginkan, yaitu kedudukan dan kekuasaan yang lebih besar. Akibatnya, Allah memusnahkan orang-orang yang memimpin pemberontakan itu dan ribuan orang lainnya yang mendukung mereka. (Bil. 16:30-35, 41, 49) Sekarang, kita juga bisa yakin bahwa Yehuwa tidak senang kalau ada yang meremehkan pengaturan organisasi-Nya. w24.07 28:11
Jumat, 16 Januari
Penglihatan ini akan menjadi kenyataan pada waktunya.—Hab. 2:3.
Sekarang, kebanyakan orang tidak percaya bahwa dunia ini akan berakhir seperti yang Alkitab katakan. Mereka bahkan mengejek kita karena kita memercayainya. (2 Ptr. 3:3, 4) Memang, masih ada banyak hal yang tidak kita ketahui. Meski begitu, kita perlu benar-benar beriman bahwa akhir dunia ini akan datang tepat pada waktunya dan bahwa Yehuwa akan menyelamatkan kita. Kita juga harus benar-benar beriman bahwa Yehuwa menggunakan ”budak yang setia dan bijaksana” untuk mengarahkan kita sekarang. (Mat. 24:45) Sewaktu kesengsaraan besar dimulai, kita mungkin akan menerima petunjuk spesifik yang bisa menyelamatkan hidup kita. Jadi dari sekarang, kita harus percaya kepada orang-orang yang memimpin di organisasi Yehuwa. Kalau kita tidak percaya dan tidak mengikuti petunjuk mereka sekarang, kita juga akan sulit mengikuti petunjuk mereka pada kesengsaraan besar nanti. w24.09 37:11-12
Sabtu, 17 Januari
[Buktikan] sendiri kehendak Allah yang baik, sempurna, dan menyenangkan Dia.—Rm. 12:2.
Orang tua Kristen tahu bahwa iman tidak bisa diwariskan. Jadi, wajar kalau seorang anak menanyakan hal-hal seperti: ’Apa buktinya kalau Allah itu ada? Apakah Alkitab benar-benar bisa dipercaya?’ Lagi pula, Alkitab memang menasihati kita untuk ’menggunakan kemampuan berpikir’ dan ’memeriksa segala sesuatu’. (Rm. 12:1, catatan kaki; 1 Tes. 5:21) Nah, bagaimana kalian bisa membantu anak kalian memperkuat imannya? Bantu anak kalian membuktikan sendiri bahwa Alkitab berisi kebenaran. Sewaktu anak kalian menanyakan sesuatu, tunjukkan bagaimana dia bisa menemukan jawabannya dengan menggunakan sarana riset yang tersedia, seperti Indeks Publikasi Menara Pengawal dan Panduan Riset untuk Saksi-Saksi Yehuwa. Di Panduan Riset, dia bisa membuka subjek ”Alkitab”, subjudul ”Diilhamkan Allah”, untuk melihat bukti-bukti bahwa Alkitab bukan sekadar buku yang ditulis manusia, tapi memang berisi ”kata-kata Allah”.—1 Tes. 2:13. w24.12 50:4-5
Minggu, 18 Januari
Percayakan itu kepada orang-orang yang bisa diandalkan, yang selanjutnya akan sanggup mengajar yang lain.—2 Tim. 2:2.
Bagaimana para penatua bisa meniru Yesus? Para penatua, kalian harus melatih dan membantu para saudara, termasuk yang masih cukup muda, agar mereka bisa memenuhi syarat untuk mendapat lebih banyak tugas di sidang. Jangan mengharapkan kesempurnaan dari mereka. Sebaliknya, berikan nasihat dengan cara yang pengasih supaya mereka bisa menjadi orang yang rendah hati, dapat diandalkan, dan rela melayani orang lain. (1 Tim. 3:1; 1 Ptr. 5:5) Yesus memberi para muridnya tanggung jawab bukan hanya untuk mengabar tapi juga untuk mengajar. Para murid mungkin merasa bahwa mereka tidak akan sanggup melakukan tugas itu. Tapi, Yesus sama sekali tidak ragu bahwa mereka bisa melakukannya, dan Yesus menyatakan keyakinannya itu. Yesus berkata kepada para muridnya, ”Seperti Bapak sudah mengutus aku, aku juga akan mengutus kalian.”—Yoh. 20:21. w24.10 41:15, 17
Senin, 19 Januari
Daud [adalah] orang yang menyenangkan hati-Ku.—Kis. 13:22.
Daud adalah raja yang sangat hebat. Dia juga seorang pemain musik, penulis puisi, pejuang, dan nabi. Dia sudah mengalami banyak kesulitan. Selama bertahun-tahun, dia hidup sebagai buronan karena Raja Saul yang iri hati berupaya membunuh dia. Setelah menjadi raja, Daud sekali lagi harus melarikan diri sewaktu Absalom anaknya berupaya merebut takhta. Meskipun Daud menghadapi banyak kesulitan dan melakukan banyak kesalahan serius, dia tetap setia kepada Allah sampai akhir kehidupannya. Yehuwa pun menyebut dia ”orang yang menyenangkan hati-[Nya]”. Jadi, kita pasti mau mendengarkan nasihat Daud. (1 Raj. 15:5) Misalnya, perhatikan nasihat Daud kepada Salomo, anaknya yang akan menjadi raja setelah dia. Salomo yang masih muda dipilih oleh Yehuwa untuk membangun bait Allah supaya orang-orang bisa terus menjalankan ibadah yang murni. (1 Taw. 22:5) Tapi, tugas Salomo tidak mudah. Jadi, apa yang Daud katakan kepadanya? Daud memberi tahu anaknya bahwa kalau dia menaati Yehuwa, kehidupannya akan berhasil.—1 Raj. 2:2, 3. w24.11 45:9-11
Selasa, 20 Januari
Percayakan hidupmu kepada Yehuwa; andalkan Dia, dan Dia akan bertindak demi kamu.—Mz. 37:5.
Seorang suami yang menganiaya istrinya secara fisik atau dengan kata-kata perlu mengambil beberapa langkah untuk memperbaiki hubungannya dengan Yehuwa dan istrinya. Pertama, dia harus sadar bahwa dia sudah melakukan kesalahan yang serius. Tidak ada yang tersembunyi dari Yehuwa. (Mz. 44:21; Pkh. 12:14; Ibr. 4:13) Kedua, dia harus berhenti menganiaya istrinya dan mengubah tingkah lakunya. (Ams. 28:13) Ketiga, dia harus mengakui kepada istrinya dan kepada Yehuwa bahwa dia sudah menyakiti mereka, dan dia harus meminta pengampunan mereka dengan sungguh-sungguh. (Kis. 3:19) Dia juga harus memohon supaya Yehuwa memberi dia keinginan untuk berubah dan membantu dia mengendalikan pikiran, kata-kata, dan tindakannya. (Mz. 51:10-12; 2 Kor. 10:5; Flp. 2:13) Keempat, dia harus bertindak sesuai dengan doa-doanya. Dia harus belajar untuk membenci semua jenis kekerasan dan kata-kata yang kasar. (Mz. 97:10) Kelima, dia harus segera meminta bantuan dari para gembala yang pengasih di sidang. (Yak. 5:14-16) Keenam, dia harus membuat rencana supaya dia tidak mengulangi kesalahannya lagi. w25.01 2:14
Rabu, 21 Januari
Jadi, tunggu apa lagi? Dibaptislah.—Kis. 22:16.
Apakah Saudara menyayangi Allah Yehuwa? Dia sudah memberi Saudara banyak hal baik, termasuk kehidupan Saudara. Saudara pasti ingin menunjukkan bahwa Saudara menyayangi Dia. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan membaktikan kehidupan Saudara kepada-Nya dan dibaptis. Dengan begitu, Saudara akan menjadi bagian dari keluarga Yehuwa dan punya harapan untuk hidup abadi. (1 Ptr. 3:21) Sebagai Bapak dan Sahabat Saudara, Yehuwa akan membimbing dan menjaga Saudara karena Saudara sudah menjadi milik-Nya. (Mz. 73:24; Yes. 43:1, 2) Apakah ada hal-hal yang menahan Saudara untuk dibaptis? Kalau ada, Saudara tidak sendirian. Jutaan orang sudah menyesuaikan tingkah laku dan cara berpikir mereka supaya bisa dibaptis. Sekarang, mereka melayani Yehuwa dengan bersukacita dan bersemangat. w25.03 9:1-2
Kamis, 22 Januari
Engkau benar-benar mengampuni.—Mz. 130:4.
Di Alkitab, dosa sering disamakan dengan beban yang berat. Raja Daud menulis, ”Kesalahan-kesalahanku membanjiri aku, seperti beban berat yang tak sanggup kutanggung.” (Mz. 38:4) Tapi kalau seseorang bertobat, Yehuwa mau mengampuni dosanya. (Mz. 25:18; 32:5) Kata Ibrani yang diterjemahkan menjadi ”mengampuni” di ayat ini pada dasarnya berarti ”mengangkat” atau ”membawa”. Kita bisa membayangkan Yehuwa seperti seorang pria yang kuat, yang mengangkat beban dosa dari pundak kita dan membawanya pergi. Ada gambaran lain yang menunjukkan seberapa jauh Yehuwa membawa pergi dosa kita. Mazmur 103:12 berkata, ”Sejauh matahari terbit dari matahari terbenam, sejauh itulah pelanggaran kita Dia jauhkan dari kita.” Timur adalah titik terjauh dari barat, dan keduanya berlawanan arah. Jadi sewaktu Yehuwa mengampuni kita, Dia membawa pergi dosa kita sejauh mungkin. Itu pasti membuat kita sangat tersentuh! w25.02 7:5-6
Jumat, 23 Januari
Kalau memberi sedekah, jangan meniup trompet sebelumnya.—Mat. 6:2.
Setelah Yesus kembali ke surga, Rasul Petrus secara mukjizat menyembuhkan seorang pria yang lumpuh sejak lahir. (Kis. 1:8, 9; 3:2, 6-8) Peristiwa ini pasti menarik perhatian banyak orang. (Kis. 3:11) Nah, Petrus dibesarkan dalam lingkungan yang sangat mementingkan kehormatan dan kedudukan. Jadi, apakah dia senang dengan semua perhatian itu? Tidak. Dia dengan rendah hati menyuruh orang-orang memuji Yehuwa dan Yesus. Dia berkata, ”Dengan nama Yesus, dan karena kami beriman pada namanya, orang yang kalian lihat dan kenal ini menjadi kuat.” (Kis. 3:12-16) Kita bisa meniru teladan Petrus yang berupaya untuk rendah hati. Kita melayani Yehuwa dan membantu orang lain bukan karena mau dipuji, tapi karena kita menyayangi Yehuwa dan sesama. Upaya kita untuk melakukan itu mungkin tidak selalu dilihat orang. Tapi, kalau kita tetap melakukannya dengan rela, itu menunjukkan bahwa kita rendah hati.—Mat. 6:1-4. w25.03 10:11-12
Sabtu, 24 Januari
Teruslah perhatikan dirimu dan pengajaranmu.—1 Tim. 4:16.
Bagaimana kita bisa lebih bersemangat untuk mengabar? Kita bisa ingat bahwa dengan mengabar, kita menunjukkan kasih kita kepada Yehuwa dan sesama. (Mat. 22:37-39) Coba bayangkan: Yehuwa pasti senang sewaktu melihat kita mengabar, dan orang-orang pasti akan lebih bahagia sewaktu mereka mulai belajar Alkitab. Selain itu, mereka yang mendengarkan berita kita akan diselamatkan. (Yoh. 6:40) Apakah Saudara tidak bisa keluar rumah karena alasan tertentu? Kalau ya, berfokuslah pada apa yang bisa Saudara lakukan untuk menunjukkan kasih kepada Yehuwa dan sesama. Selama pandemi COVID-19, Samuel dan Dania tidak bisa keluar rumah. Di masa yang sulit itu, mereka secara rutin melakukan kesaksian lewat telepon, menulis surat, dan memandu pelajaran Alkitab lewat Zoom. Meskipun keadaan Samuel dan Dania terbatas, mereka tetap melakukan apa yang bisa mereka lakukan, dan mereka pun bersukacita. w24.04 16:15-16
Minggu, 25 Januari
Siapa yang bisa mendapatkan istri yang baik? Nilainya jauh lebih berharga daripada koral.—Ams. 31:10.
Meskipun kita tidak harus menikah untuk bisa bahagia, banyak orang Kristen, baik yang masih muda maupun yang lebih berumur, ingin memiliki pasangan hidup. Tentu saja, sebelum mulai berpacaran, kalian harus sudah siap secara rohani, emosi, dan materi untuk menjalankan peran kalian dalam perkawinan. (1 Kor. 7:36) Kalian juga perlu tahu apa saja yang kalian inginkan dari teman hidup. Kalau tidak, kalian mungkin akan melewatkan orang yang sebenarnya cocok dengan kalian, atau malah berpacaran dengan orang yang sebenarnya tidak cocok. Tentu saja, orang yang kalian pertimbangkan haruslah orang Kristen yang terbaptis. (1 Kor. 7:39) Tapi, tidak semua orang yang sudah dibaptis akan menjadi teman hidup yang baik untuk kalian. Jadi, coba pikirkan: ’Apa saja cita-cita saya? Sifat-sifat apa yang saya inginkan dari teman hidup saya? Apakah keinginan saya itu masuk akal?’ w24.05 21:1, 3
Senin, 26 Januari
Kalian harus saling berbaik hati.—Ef. 4:32.
Sewaktu kalian berpacaran, bagaimana kalau kadang kalian menghadapi masalah dan perbedaan pendapat? Apakah itu berarti kalian tidak cocok? Belum tentu. Tidak ada pasangan yang selalu sependapat. Perkawinan bisa menjadi kuat bukan karena suami istri selalu sependapat, tapi karena mereka bisa bekerja sama untuk mengatasi perbedaan. Cara kalian mengatasi masalah selama berpacaran bisa menunjukkan apakah perkawinan kalian nanti akan sukses. Pikirkan bersama-sama: ’Apakah kita bisa membahas masalah dengan tenang dan penuh respek? Apakah kita mau mengakui kekurangan kita dan berupaya menjadi lebih baik? Apakah kita suka mengalah, meminta maaf, dan memaafkan?’ (Ef. 4:31) Kalau ternyata kalian selalu berbeda pendapat atau berdebat, situasinya mungkin tidak akan menjadi lebih baik setelah kalian menikah. Jadi, kalau kalian menyadari bahwa kalian sebenarnya tidak cocok, mungkin keputusan yang terbaik bagi kalian berdua adalah mengakhiri hubungan kalian. w24.05 22:12
Selasa, 27 Januari
Terpujilah Yehuwa, Gunung Batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur.—Mz. 144:1.
Kalau kita bertekad melakukan apa yang benar dan membuat keputusan berdasarkan prinsip Alkitab, kita bisa menjadi teladan bagi orang lain. Dengan terus mempelajari Firman Allah dan memperkuat iman, kita bisa berdiri teguh dalam kebenaran. Kita tidak akan menjadi goyah, ragu, atau mudah terpengaruh oleh ajaran palsu dan cara berpikir dunia. (Ef. 4:14; Yak. 1:6-8) Kita juga akan bisa membantu orang-orang yang mungkin menghadapi kesulitan. (1 Tes. 3:2, 3) Para penatua harus punya kebiasaan hidup yang seimbang, punya pertimbangan yang baik, tertib, dan bersikap masuk akal. Karena mereka ”berpegang pada firman yang setia”, mereka bisa membantu sidang tetap stabil. (Tit. 1:9; 1 Tim. 3:1-3) Dengan menjadi teladan dan menjalankan peran mereka sebagai gembala, mereka bisa membantu para penyiar untuk rutin berhimpun, berdinas, dan melakukan pelajaran pribadi. Sewaktu ada kejadian yang membuat saudara-saudari khawatir, para penatua bisa mengingatkan mereka untuk berfokus pada Yehuwa dan janji-janji-Nya. w24.06 26:16-18
Rabu, 28 Januari
Bertobatlah, karena Kerajaan surga sudah dekat.—Mat. 4:17.
Sewaktu di bumi, Yesus sering mengajarkan bahwa Bapaknya selalu siap mengampuni. Perhatikan perumpamaan tentang anak yang hilang. Anak muda itu memilih untuk pergi dari rumah dan menjalani kehidupan yang bejat. Belakangan, dia sadar dan memutuskan untuk pulang. Bagaimana tanggapan ayahnya? Yesus berkata, ”Ketika [anak itu] masih jauh, ayahnya melihat dia dan . . . berlari, lalu memeluk dan menciumnya dengan lembut.” Anak itu sebenarnya mau meminta ayahnya untuk menjadikan dia salah satu pekerja di rumahnya. Tapi, ayahnya menyebut dia ”anakku” dan mau menerimanya kembali. Ayahnya berkata, ”Dia hilang tapi sudah ditemukan.” (Luk. 15:11-32) Di surga, sebelum Yesus datang ke bumi, dia pasti sering melihat Bapaknya menunjukkan belas kasihan seperti itu kepada orang-orang berdosa yang bertobat. Perumpamaan yang menghangatkan hati ini meyakinkan kita bahwa Yehuwa, Bapak kita, sangat berbelaskasihan! w24.08 32:11-12
Kamis, 29 Januari
[Miliki] pertimbangan yang baik.—1 Ptr. 4:7.
Orang yang punya ”pertimbangan yang baik” akan berupaya sebisa-bisanya untuk membuat keputusan yang sesuai dengan cara berpikir Yehuwa. Bagi dia, hubungannya dengan Yehuwa adalah yang terpenting. Dia tidak menganggap dirinya sangat hebat karena dia sadar masih ada banyak hal yang belum dia ketahui. Dia juga mengandalkan Allah dengan sering meminta petunjuk-Nya dalam doa. Ya, tidak soal bakat apa yang kita miliki, kita perlu tetap mengandalkan Yehuwa, terutama sewaktu membuat keputusan penting. Kita mau berdoa meminta petunjuk Yehuwa karena yakin bahwa Dia tahu apa yang terbaik untuk kita. Memang, kita tidak bisa meniru Yehuwa dengan sempurna. (Yes. 55:9) Tapi, kita pasti bersyukur karena Yehuwa sudah menciptakan kita dengan kesanggupan untuk meniru sifat-sifat-Nya.—Kej. 1:26. w25.03 10:13, 17-18
Jumat, 30 Januari
[Kasih] selalu punya harapan, dan bertekun menghadapi segala sesuatu.—1 Kor. 13:7.
Kalau seseorang tidak menunjukkan rasa terima kasih atas hal yang sudah kita lakukan, jangan langsung menyimpulkan bahwa dia tidak tahu berterima kasih. Coba pikirkan: ’Apakah dia memang tidak menghargai apa yang saya lakukan atau hanya lupa untuk berterima kasih?’ Ingatlah, ada berbagai alasan yang bisa membuat tanggapannya tidak seperti yang kita harapkan. Mungkin, dia sebenarnya sangat berterima kasih tapi kesulitan untuk mengungkapkannya. Dia mungkin malu karena harus menerima bantuan, apalagi kalau dulu, dialah yang biasanya membantu orang lain. Apa pun alasannya, kalau kita benar-benar menyayangi rekan seiman kita, kita tidak akan berpikiran negatif tentang mereka, dan kita akan terus memberi dengan senang hati. (Ef. 4:2) Kita juga perlu bersabar. Raja Salomo yang bijaksana menulis, ”Lemparlah rotimu ke air, dan kamu akan menemukannya lagi setelah beberapa waktu.” (Pkh. 11:1) Kata-kata ini menunjukkan bahwa beberapa orang mungkin baru mengungkapkan rasa terima kasih mereka ”setelah beberapa waktu”. w24.09 39:18-19
Sabtu, 31 Januari
Orang yang terus berbuat dosa harus ditegur di depan orang-orang, sebagai peringatan bagi yang lain juga.—1 Tim. 5:20.
Kadang ada pengumuman bahwa seseorang sudah ditegur. Kalau itu yang terjadi, kita tetap bisa bergaul dengan orang itu karena dia sudah bertobat dan meninggalkan dosanya. Dia masih menjadi bagian dari sidang dan membutuhkan pergaulan yang menguatkan dari rekan-rekan seimannya. (Ibr. 10:24, 25) Tapi, bagaimana kalau seseorang dikeluarkan dari sidang? Kita ”tidak lagi bergaul” dengan dia, ”bahkan tidak makan dengan orang seperti itu”. (1 Kor. 5:11) Apakah itu berarti kita sama sekali tidak boleh berbicara dengannya, meskipun dia adalah keluarga atau seseorang yang dulunya dekat dengan kita? Bukan begitu. Kita memang tidak akan bergaul dengan dia. Tapi, orang Kristen bisa menggunakan hati nuraninya yang dilatih Alkitab untuk memutuskan apakah dia akan mengundang orang itu untuk datang berhimpun. w24.08 35:13-14