PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Bahasa Isyarat Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • es26
  • Februari

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Februari
  • Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari—2026
  • Subjudul
  • Minggu, 1 Februari
  • Senin, 2 Februari
  • Selasa, 3 Februari
  • Rabu, 4 Februari
  • Kamis, 5 Februari
  • Jumat, 6 Februari
  • Sabtu, 7 Februari
  • Minggu, 8 Februari
  • Senin, 9 Februari
  • Selasa, 10 Februari
  • Rabu, 11 Februari
  • Kamis, 12 Februari
  • Jumat, 13 Februari
  • Sabtu, 14 Februari
  • Minggu, 15 Februari
  • Senin, 16 Februari
  • Selasa, 17 Februari
  • Rabu, 18 Februari
  • Kamis, 19 Februari
  • Jumat, 20 Februari
  • Sabtu, 21 Februari
  • Minggu, 22 Februari
  • Senin, 23 Februari
  • Selasa, 24 Februari
  • Rabu, 25 Februari
  • Kamis, 26 Februari
  • Jumat, 27 Februari
  • Sabtu, 28 Februari
Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari—2026
es26

Februari

Minggu, 1 Februari

Orang yang menjauhi pertengkaran adalah orang yang terhormat, tapi orang bodoh akan terlibat di dalamnya.—Ams. 20:3.

Seorang saudara yang punya sifat-sifat Kristen sangat berguna bagi sidang. Orang yang bersikap masuk akal bisa menciptakan dan menjaga perdamaian. Kalau Saudara ingin dikenal sebagai orang yang masuk akal, dengarkan pendapat orang lain dan pertimbangkan sudut pandang mereka. Dalam sebuah rapat, apakah Saudara rela mendukung keputusan yang dibuat berdasarkan suara terbanyak, selama itu tidak bertentangan dengan hukum atau prinsip Alkitab mana pun? Jangan memaksa orang lain melakukan sesuatu dengan cara Saudara. Saudara tahu pentingnya mendengarkan banyak penasihat. (Kej. 13:​8, 9; Ams. 15:22) Saudara juga tidak akan bertindak kasar atau suka berdebat, tapi Saudara akan bersikap lembut dan bertimbang rasa. Sebagai orang yang suka damai, berinisiatiflah untuk berdamai dengan orang lain, bahkan sewaktu situasinya sulit. (Yak. 3:​17, 18) Kata-kata Saudara yang baik hati bisa melunakkan sikap orang lain, termasuk para penentang.—Hak. 8:​1-3; Ams. 25:15; Mat. 5:​23, 24. w24.11 47:13

Senin, 2 Februari

Dia akan mengutus para malaikat dan mengumpulkan orang-orang pilihannya dari keempat arah mata angin, dari ujung bumi sampai ke ujung langit.—Mrk. 13:27.

Kristus memang mati ”sekali untuk selamanya”, tapi sampai sekarang dia masih membuat pengorbanan untuk kita. (Rm. 6:10) Dia terus bekerja keras untuk memberi kita banyak hal baik, yang bisa kita nikmati karena adanya tebusan. Dia melayani sebagai Raja, Imam Besar, dan Kepala sidang kita. (1 Kor. 15:25; Ef. 5:23; Ibr. 2:17) Dia memastikan hamba-hamba Allah yang setia mendapat makanan rohani yang dibutuhkan selama hari-hari terakhir ini. (Mat. 24:45) Dia juga bertanggung jawab untuk mengumpulkan orang-orang terurap dan kumpulan besar sebelum kesengsaraan besar berakhir. (Mat. 25:32) Dan pada Pemerintahan Seribu Tahun, dia akan terus bekerja keras bagi kita. Ya, Yesus benar-benar pemberian yang berharga dari Yehuwa! w25.01 4:12

Selasa, 3 Februari

Mereka dibebaskan melalui tebusan yang Kristus Yesus bayarkan, sehingga mereka dinyatakan benar. Ini adalah karunia yang Allah berikan karena kebaikan hati-Nya yang luar biasa.—Rm. 3:24.

Sewaktu Yehuwa mengampuni dosa kita, dosa itu tidak akan diingat-ingat lagi dan dianggap tidak pernah terjadi. Dengan begitu, kita bisa punya hubungan yang baik dengan Bapak kita yang di surga. Tapi, kita harus ingat bahwa Yehuwa mengampuni kita bukan karena kita berhak untuk diampuni, tapi karena kasih dan kebaikan hati-Nya yang luar biasa. Kita masing-masing pasti bersyukur karena Yehuwa adalah Allah yang ”benar-benar mengampuni”! (Mz. 130:4; Rm. 4:8) Tapi, supaya kita bisa diampuni, ada hal penting yang harus kita lakukan. Yesus menjelaskan, ”Kalau kalian tidak mengampuni kesalahan orang lain, Bapak kalian juga tidak akan mengampuni kesalahan kalian.” (Mat. 6:​14, 15) Ya, kita harus meniru Yehuwa dengan mengampuni orang lain. w25.02 7:18-19

Rabu, 4 Februari

Akan ada kebangkitan bagi orang-orang yang benar maupun yang tidak benar.—Kis. 24:15.

Pikirkan tentang penduduk Sodom dan Gomora. Kita tahu bahwa Lot, seorang pria yang benar, tinggal di antara mereka. Tapi, apakah Lot mengabar kepada mereka semua? Kita tidak tahu. Mereka memang jahat, tapi apakah mereka semua tahu bahwa perbuatan mereka salah? Ingatlah, Alkitab mengatakan bahwa sekumpulan pria yang mau memerkosa tamu-tamu Lot terdiri ”dari yang muda sampai yang tua”. (Kej. 19:4; 2 Ptr. 2:7) Apakah setiap orang itu dihukum mati oleh Yehuwa, Allah yang berbelaskasihan, tanpa harapan untuk dibangkitkan? Kita tidak tahu pasti. Yehuwa meyakinkan Abraham bahwa di kota itu bahkan tidak ada sepuluh orang yang benar. (Kej. 18:32) Jadi, penduduk kota-kota itu memang tidak benar dan pantas dihukum Yehuwa. Tapi, apakah tidak seorang pun dari mereka akan menerima ”kebangkitan bagi orang-orang yang . . . tidak benar”? Kita tidak tahu pasti. w24.05 18:3, 8

Kamis, 5 Februari

Teruslah utamakan Kerajaan dan hal-hal yang benar menurut Allah, dan semua hal lain itu akan diberikan kepada kalian.—Mat. 6:33.

Karena keadaan ekonomi, beberapa orang mungkin tertarik untuk menerima pekerjaan yang mengharuskan mereka untuk tinggal jauh dari keluarganya. Tapi sering kali, keputusan itu terbukti tidak bijaksana. Jadi sebelum menerima suatu pekerjaan, jangan hanya mempertimbangkan keuntungan materinya, tapi juga akibatnya secara rohani. (Luk. 14:28) Pikirkan: ’Apa yang akan terjadi dengan perkawinan saya kalau saya tinggal jauh dari pasangan saya? Apakah saya bisa rutin berhimpun, berdinas, dan bergaul dengan saudara-saudari?’ Kalau Saudara punya anak, Saudara juga perlu memikirkan pertanyaan penting ini: ’Apakah saya bisa membesarkan anak saya ”dengan didikan dan nasihat Yehuwa” kalau saya tidak tinggal dengan dia?’ (Ef. 6:4) Sewaktu membuat keputusan, ikutilah cara berpikir Yehuwa, bukan keluarga atau teman-teman yang tidak mengikuti prinsip Alkitab. w25.03 13:12

Jumat, 6 Februari

Kita tidak boleh seperti anak-anak lagi.—Ef. 4:14.

Orang Kristen yang belum matang mudah terpengaruh oleh ”ajaran palsu dari para penipu”, ”siasat licik”, teori konspirasi, dan kata-kata orang murtad. Dia juga mungkin mudah menjadi iri hati, suka bertengkar, cepat tersinggung, dan tidak kuat melawan godaan. (1 Kor. 3:3) Alkitab menyamakan pertumbuhan rohani dengan pertumbuhan seorang anak. (Ef. 4:15) Anak kecil biasanya belum tahu banyak dan memerlukan bimbingan. Misalnya, seorang ibu mungkin menyuruh anak perempuannya yang masih kecil untuk memegang tangannya sewaktu menyeberang jalan. Setelah anak itu bertambah besar, ibunya mungkin mengizinkan dia untuk menyeberang sendiri. Tapi, ibunya masih tetap mengingatkan dia untuk melihat ke kanan dan ke kiri sebelum menyeberang. Setelah anak itu menjadi dewasa, dia sudah bisa menyeberang sendiri dengan hati-hati. Sama seperti itu, setelah orang Kristen menjadi matang, dia bisa mempertimbangkan prinsip-prinsip Alkitab untuk mengetahui pandangan Yehuwa, lalu membuat keputusan yang sesuai dengan itu. w24.04 14:5-6

Sabtu, 7 Februari

Oh Yehuwa, siapa yang boleh bertamu di kemah-Mu?—Mz. 15:1.

Selama beberapa waktu, Yehuwa hanya bersahabat dengan mereka yang tinggal di surga bersama-Nya. Tapi belakangan, Yehuwa menciptakan manusia, dan mereka juga diundang untuk menjadi tamu-Nya, misalnya Henokh, Nuh, Abraham, dan Ayub. Mereka disebut sebagai sahabat Yehuwa karena mereka ”berjalan dengan Allah yang benar”. (Kej. 5:24; 6:9; Ayb. 29:4; Yes. 41:8) Sepanjang sejarah, Yehuwa terus mengundang sahabat-sahabat-Nya ke dalam kemah-Nya. (Yeh. 37:​26, 27) Misalnya, nubuat Yehezkiel menunjukkan bahwa Allah sangat ingin para penyembah-Nya yang setia bersahabat akrab dengan-Nya. Dia berkata bahwa Dia akan membuat ”perjanjian damai dengan mereka”. Menurut nubuat itu, ada saatnya mereka yang punya harapan di surga dan mereka yang punya harapan di bumi akan menjadi ”satu kawanan” di dalam kemah Yehuwa. (Yoh. 10:16) Itulah yang sedang terjadi sekarang! w24.06 23:2, 4-5

Minggu, 8 Februari

Allah kami membuat kami berani.—1 Tes. 2:2.

Sebagai umat Yehuwa, kita mendukung Kerajaan Allah dengan sepenuh hati. Tapi sering kali, kita butuh keberanian untuk melakukannya. (Mat. 6:33) Misalnya, di dunia yang jahat ini, kita butuh keberanian untuk mengikuti standar Yehuwa dan memberitakan kabar baik Kerajaan. Kita juga perlu keberanian untuk tetap netral secara politik di dunia yang semakin terpecah belah ini. (Yoh. 18:36) Banyak hamba Yehuwa mengalami masalah ekonomi, dianiaya, atau dipenjarakan karena menolak untuk ikut dalam kegiatan politik atau dinas militer. Kita bisa menjadi berani kalau kita merenungkan teladan orang-orang yang dengan berani mendukung pemerintahan Yehuwa. Raja kita, Kristus Yesus, dengan tegas menolak tekanan untuk ikut campur dalam urusan politik dunia Setan. (Mat. 4:​8-11; Yoh. 6:​14, 15) Yesus selalu mengandalkan Yehuwa supaya bisa berani. w24.07 27:4, 7

Senin, 9 Februari

Dia pun memetik dan memakannya. Lalu, dia memberikan buah itu kepada suaminya saat mereka sedang bersama, dan suaminya pun memakannya.—Kej. 3:6.

Yehuwa memastikan agar kisah yang menyedihkan itu dicatat di Alkitab. Kisah itu membantu kita mengerti mengapa Dia sangat membenci dosa. Dosa memisahkan kita dari Bapak kita dan mengakibatkan kematian. (Yes. 59:2) Karena itulah Setan, malaikat pemberontak yang menyebabkan semua masalah ini, sangat menyukai dosa dan terus memengaruhi orang-orang untuk berbuat dosa. Saat Adam dan Hawa memberontak, Setan mungkin berpikir bahwa dia sudah berhasil mengalahkan Yehuwa. Tapi, dia tidak menyangka bahwa Yehuwa sangat pengasih. Yehuwa tidak mengubah kehendak-Nya bagi keturunan Adam dan Hawa. Dia menyayangi manusia dan langsung memberi mereka harapan. (Rm. 8:​20, 21) Yehuwa tahu bahwa akan ada keturunan Adam dan Hawa yang menyayangi Dia dan mengandalkan bantuan-Nya untuk melawan dosa. Sebagai Bapak dan Pencipta mereka, Dia pun melakukan sesuatu supaya mereka bisa dibebaskan dari dosa dan mendekat kepada-Nya. w24.08 31:3-4

Selasa, 10 Februari

[Pastikan] hal-hal mana yang lebih penting.—Flp. 1:10.

Kebanyakan hamba Yehuwa sangat sibuk. Kita harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan kita dan keluarga kita. (1 Tim. 5:8) Beberapa dari kita juga harus merawat anggota keluarga yang sakit atau sudah lansia. Kita semua juga perlu menjaga kesehatan kita sendiri, dan itu mungkin memakan waktu. Selain itu, kita punya berbagai tugas di sidang, dan salah satunya yang sangat penting adalah memberitakan kabar baik dengan bersemangat. Dan, pembacaan Alkitab sangat penting bagi orang Kristen. Jadi, kita perlu mengutamakannya. Mazmur 1:​1, 2 mengatakan bahwa kita akan bahagia kalau kita ”menyukai hukum Yehuwa, serta membaca hukum-Nya dengan suara rendah siang dan malam”. Itu berarti kita perlu menyediakan waktu untuk membaca Alkitab. Kapan waktu yang terbaik untuk melakukannya? Jawabannya bisa berbeda-beda untuk setiap orang. Tapi intinya, kita perlu memilih waktu yang cocok bagi kita supaya kita bisa melakukannya secara rutin. w24.09 36:5-6

Rabu, 11 Februari

Setiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.—Gal. 6:5.

Apakah orang Kristen yang matang juga memerlukan bantuan orang lain? Ya. Orang yang belum matang mungkin mengharapkan orang lain memberi tahu dia apa yang harus dia lakukan atau keputusan apa yang harus dia buat. Sedangkan, orang Kristen yang matang tidak seperti itu. Meskipun dia meminta bantuan orang yang lebih bijaksana dan berpengalaman, dia tahu bahwa Yehuwa ingin dia ”memikul tanggungannya sendiri”. Tidak semua orang dewasa punya penampilan yang sama. Begitu juga, tidak semua orang Kristen yang matang punya sifat yang sama. Misalnya, ada yang lebih bijaksana, lebih berani, lebih murah hati, atau lebih memahami perasaan orang lain. Sewaktu dua orang Kristen yang matang menghadapi situasi yang sama, mereka bisa saja membuat keputusan yang berbeda tapi masih sesuai dengan prinsip Alkitab. Itu biasanya terjadi kalau keputusannya menyangkut hati nurani. Karena memahami hal ini, mereka tidak saling menghakimi, tapi mereka berupaya untuk tetap bersatu.—Rm. 14:10; 1 Kor. 1:10. w24.04 14:7-8

Kamis, 12 Februari

Sewaktu rasa khawatir meliputi aku, Engkau menghibur dan menenangkan aku.—Mz. 94:19.

Kalau perasaan tidak berharga terus ada di hati Saudara, bacalah ayat-ayat yang bisa meyakinkan Saudara bahwa Saudara berharga bagi Yehuwa dan renungkan itu. (Mz. 94:19) Kalau Saudara gagal mencapai tujuan tertentu atau merasa kecil hati karena tidak bisa berbuat sebanyak orang lain, jangan menghakimi diri sendiri. Yehuwa tahu kemampuan Saudara, dan Dia tidak menuntut lebih dari itu. (Mz. 103:​13, 14) Kalau Saudara pernah dianiaya, jangan menyalahkan diri sendiri. Jangan merasa bahwa Saudara memang pantas diperlakukan seperti itu. Ingatlah, yang bersalah di mata Yehuwa adalah pelaku kejahatan, bukan korban. (1 Ptr. 3:12) Yehuwa juga bisa menggunakan Saudara untuk membantu orang lain. Dia sudah memberi Saudara kehormatan untuk menjadi rekan sekerja-Nya dalam pekerjaan pengabaran. (1 Kor. 3:9) Pengalaman hidup Saudara mungkin membuat Saudara lebih memahami perasaan orang lain, sehingga Saudara bisa memberikan bantuan yang cocok untuk mereka. w24.10 40:6-7

Jumat, 13 Februari

Allah pasti akan menegakkan keadilan bagi orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya. Dia juga akan bersabar kepada mereka. Aku memberi tahu kalian, Allah pasti akan menegakkan keadilan bagi mereka dengan cepat.—Luk. 18:​7, 8.

Yehuwa mau kita diperlakukan dengan baik, dan Dia tahu sewaktu kita diperlakukan dengan buruk. ”Yehuwa mencintai keadilan.” (Mz. 37:28) Yesus meyakinkan kita bahwa Yehuwa akan ”menegakkan keadilan . . . dengan cepat” dan pada saat yang tepat. Dan sebentar lagi, Yehuwa akan menghapus semua penderitaan kita dan semua bentuk ketidakadilan. (Mz. 72:​1, 2) Memang, kita masih harus menunggu saatnya Yehuwa menyelesaikan semua masalah kita. Tapi sekarang pun, Yehuwa memberi kita banyak bantuan untuk menghadapi ketidakadilan. (2 Ptr. 3:13) Misalnya, Dia membantu kita mengendalikan reaksi kita agar keadaan tidak menjadi lebih buruk. Bagaimana Dia melakukannya? Salah satu caranya, Yehuwa memastikan teladan dari Putra-Nya dicatat di Alkitab supaya kita bisa menirunya. Yehuwa juga memberitahukan hal-hal yang bisa kita lakukan sewaktu kita mengalami ketidakadilan. w24.11 44:3-4

Sabtu, 14 Februari

Beri mereka makan.—Mat. 14:16.

Yesus meminta para rasulnya untuk memberi makan sekumpulan besar orang. Tapi, bagaimana caranya? Waktu itu, ada kira-kira 5.000 pria. Dan kalau wanita dan anak-anak juga dihitung, mungkin ada 15.000 orang yang perlu diberi makan. (Mat. 14:21) Andreas berkata, ”Ini ada anak kecil yang punya lima roti barli dan dua ikan kecil. Tapi apa artinya itu untuk orang sebanyak ini?” (Yoh. 6:9) Roti barli adalah makanan yang umum bagi orang-orang di zaman itu, dan dua ikan kecil tersebut mungkin sudah diasinkan dan dikeringkan. Meski begitu, jumlahnya tidak cukup untuk kumpulan orang itu. Yesus dengan murah hati ingin menyediakan makanan untuk kumpulan orang itu. Dia pun meminta mereka untuk duduk berkelompok di rumput. (Mrk. 6:​39, 40; Yoh. 6:​11-13) Lalu, Yesus mengucap syukur kepada Bapaknya atas roti dan ikan tersebut. Dengan melakukannya, dia menunjukkan bahwa Sumber makanan itu adalah Allah. Ini menjadi pengingat yang bagus untuk kita. Seperti Yesus, kita perlu berdoa sebelum makan. Apa yang Yesus lakukan selanjutnya? Dia meminta murid-muridnya membagikan makanan itu, dan orang-orang makan sampai kenyang. w24.12 48:3-4

Minggu, 15 Februari

Pujilah Yehuwa Allah kalian.—1 Taw. 29:20.

Sewaktu Yesus hidup di bumi, dia selalu memuliakan Yehuwa dengan mengakui bahwa Yehuwa-lah yang membuat dia bisa melakukan mukjizat. (Mrk. 5:​18-20) Kata-kata Yesus tentang Bapaknya dan cara Yesus memperlakukan orang lain juga memuliakan Yehuwa. Perhatikan apa yang terjadi sewaktu Yesus mengajar di sebuah rumah ibadah. Di antara para pendengarnya, ada seorang wanita yang sudah dibuat sakit oleh roh jahat selama 18 tahun. Roh jahat itu membuat dia bungkuk dan sama sekali tidak bisa berdiri tegak. Dia pasti sangat menderita. Yesus pun merasa kasihan dan mendekati wanita itu. Yesus dengan lembut berkata kepadanya, ”Kamu dibebaskan dari penyakitmu.” Lalu, Yesus menaruh tangannya ke atas wanita itu. Saat itu juga, wanita tersebut berdiri tegak dan ”mulai memuliakan Allah”. Dia bersyukur karena dia bisa sembuh dan punya harga diri lagi! (Luk. 13:​10-13) Ya, wanita itu punya alasan yang kuat untuk memuliakan Yehuwa, dan begitu juga kita. w25.01 1:3-4

Senin, 16 Februari

Ampunilah dosa kami.—Luk. 11:4.

Apakah kita bisa mendapatkan kembali semua yang dihilangkan Adam dan Hawa? Dengan upaya sendiri, kita tidak akan bisa. (Mz. 49:​7-9) Tanpa mendapat bantuan, kita tidak punya harapan untuk hidup selamanya atau dibangkitkan. Sama seperti binatang, kita akan mati dan tidak bisa hidup lagi. (Pkh. 3:19; 2 Ptr. 2:12) Bapak kita yang pengasih, Yehuwa, sudah melakukan sesuatu untuk melunasi utang, atau dosa, yang kita warisi dari Adam. Yesus menjelaskan, ”Allah begitu mengasihi dunia ini sehingga Dia memberikan Putra tunggal-Nya, supaya setiap orang yang beriman kepadanya tidak dibinasakan tapi mendapat kehidupan abadi.” (Yoh. 3:16) Karena pemberian itu, kita juga mendapat kesempatan untuk punya hubungan yang baik dengan Yehuwa. Ya, pemberian yang luar biasa itu melunasi utang kita, atau membuat dosa kita diampuni. w25.02 6:3-6

Selasa, 17 Februari

Kemudian, [Saul] dibaptis.—Kis. 9:18.

Bagaimana Saul akhirnya bisa dibaptis? Sewaktu Yesus berbicara kepada Saul dari surga, ada cahaya dari langit yang membuat Saul buta. (Kis. 9:​3-9) Selama tiga hari, Saul berpuasa dan dia mungkin juga merenungkan apa yang baru dia alami. Saul menjadi yakin bahwa Yesus adalah Mesias dan bahwa murid-murid Yesus menjalankan ibadah yang benar. Apa yang bisa Saudara pelajari dari Saul? Dia bisa saja tidak mau dibaptis karena kedudukannya atau karena takut kepada manusia. Tapi, dia tidak membiarkan itu menghalanginya. Saul mau menjadi pengikut Kristus, meskipun dia tahu dia akan dianiaya. (Kis. 9:​15, 16; 20:​22, 23) Setelah dibaptis, dia terus mengandalkan Yehuwa sewaktu menghadapi berbagai kesulitan. (2 Kor. 4:​7-10) Setelah Saudara dibaptis sebagai Saksi Yehuwa, Saudara mungkin akan menghadapi berbagai kesulitan yang akan menguji iman. Tapi yakinlah, Allah dan Kristus akan selalu membantu Saudara bertekun.—Flp. 4:13. w25.03 9:8-9

Rabu, 18 Februari

Saya tidak berlari tanpa tujuan.—1 Kor. 9:26.

Membaca Alkitab itu sangat bagus. Tapi, ada lagi yang perlu kita lakukan untuk mendapat manfaat sepenuhnya dari pembacaan Alkitab. Pikirkan gambaran ini: Tanah butuh waktu untuk bisa menyerap air hujan yang akan membantu tanaman bertahan hidup. Kalau hujan turun terlalu deras dalam waktu yang singkat, tanah tidak bisa menyerap semua air hujan itu. Airnya hanya akan menggenang dan tidak bermanfaat bagi tanaman. Begitu juga, kita butuh waktu untuk bisa mendapat manfaat dari pembacaan Alkitab kita. Kalau kita membaca dengan terburu-buru, kita tidak akan bisa menyerap apa yang kita baca, mengingatnya, dan menjalankannya. (Yak. 1:24) Apakah Saudara kadang membaca Alkitab dengan sangat cepat tanpa memikirkannya? Cobalah baca pelan-pelan, dan pikirkan apa yang Saudara baca. Saudara mungkin bisa menambah waktu belajar Saudara supaya Saudara bisa merenungkan apa yang sudah Saudara baca. w24.09 36:7-9

Kamis, 19 Februari

Kalian harus taat dan tunduk kepada orang-orang yang memimpin kalian.—Ibr. 13:17.

Sewaktu menerima petunjuk, para penatua perlu membacanya baik-baik dan berusaha sebisa-bisanya untuk mengikuti petunjuk itu. Mereka mengikuti petunjuk tentang caranya menyampaikan bagian-bagian dan doa di perhimpunan. Mereka juga mengikuti petunjuk tentang caranya mengurus domba-domba Kristus. Karena para penatua mengikuti arahan organisasi, saudara-saudari bisa merasa aman dan disayangi. Sewaktu kita menerima petunjuk dari para penatua, kita harus mau mengikutinya. Itu akan membuat mereka lebih mudah melakukan tugas mereka. Lagi pula, Alkitab berkata bahwa kita harus taat dan tunduk kepada orang-orang yang memimpin kita. (Ibr. 13:​7, 17) Tapi, kadang itu tidak mudah. Mengapa? Karena para penatua tidak sempurna. Meski begitu, kita perlu berfokus pada sifat-sifat baik mereka. Ingatlah, para penentang kita ingin agar kita meragukan organisasi Allah. Kalau kita berfokus pada kekurangan para penatua, kita bisa mulai berpikiran negatif tentang organisasi. w24.04 15:11-12

Jumat, 20 Februari

Dia akan memisahkan orang-orang.—Mat. 25:32.

Apakah semua orang yang meninggal pada kesengsaraan besar tidak punya harapan untuk dibangkitkan lagi? Alkitab memang menunjukkan bahwa para penentang yang dimusnahkan oleh Yehuwa dan pasukan-Nya di Armagedon tidak akan dibangkitkan. (2 Tes. 1:​6-10) Tapi, bagaimana dengan orang-orang lain yang meninggal selama kesengsaraan besar, misalnya karena usia tua, kecelakaan, atau dibunuh? (Pkh. 9:11; Za. 14:13) Apakah beberapa dari mereka akan ada di antara ’orang-orang yang tidak benar’ yang dibangkitkan di dunia baru? (Kis. 24:15) Kita tidak tahu. Tapi, ada beberapa hal yang kita tahu tentang peristiwa-peristiwa di masa depan. Misalnya, kita tahu bahwa orang-orang akan dihakimi berdasarkan cara mereka memperlakukan saudara-saudara Kristus. (Mat. 25:40) Dan, orang-orang yang sudah menunjukkan bahwa mereka mendukung Kristus dan orang-orang terurapnya akan dihakimi sebagai domba.—Why. 12:17. w24.05 19:9-11

Sabtu, 21 Februari

Yehuwa itu hidup! Terpujilah Gunung Batuku! Diagungkanlah Allah yang menyelamatkan aku!—Mz. 18:46.

”Sulit dihadapi dan berbahaya.” Itulah yang Alkitab katakan tentang keadaan di zaman kita. (2 Tim. 3:1) Selain kesulitan yang umum dihadapi orang-orang di dunia yang jahat ini, umat Yehuwa juga harus menghadapi tentangan dan penganiayaan. Meski begitu, kita bisa bertekun melayani Yehuwa. Mengapa? Salah satu alasan utamanya adalah karena kita sudah merasakan bantuan Yehuwa dan tahu bahwa Dia adalah ”Allah yang hidup”. (Yer. 10:10; 2 Tim. 1:12) Yehuwa adalah Allah yang hidup. Dia benar-benar ada. Dia melihat setiap kesulitan yang kita hadapi dan selalu mencari cara untuk membantu kita. (2 Taw. 16:9; Mz. 23:4) Dengan mengingat hal itu, kita bisa bertekun menghadapi kesulitan apa pun. w24.06 25:1-2

Minggu, 22 Februari

Jalan orang benar seperti cahaya pagi yang terang yang makin lama makin terang hingga tengah hari.—Ams. 4:18.

Kita harus terus percaya pada organisasi Yehuwa. Kadang, pemahaman kita tentang ajaran Alkitab tertentu atau caranya pelayanan kita diorganisasi perlu disesuaikan. Sewaktu Badan Pimpinan menyadari hal itu, mereka tidak ragu-ragu membuat perubahan yang diperlukan. Mengapa? Karena mereka terutama ingin menyenangkan Yehuwa. Mereka juga berusaha sebisa-bisanya untuk membuat keputusan berdasarkan Firman Allah, yang adalah patokan bagi seluruh umat Yehuwa. Rasul Paulus berkata, ”Teruslah berpegang pada patokan ajaran yang benar.” (2 Tim. 1:13) ”Patokan ajaran yang benar” adalah ajaran Kristen yang ada di Alkitab. (Yoh. 17:17) Itu menjadi dasar untuk seluruh kepercayaan kita. Organisasi Yehuwa mengajar kita untuk berpegang pada patokan itu. Dengan terus melakukannya, kita akan tetap aman secara rohani. w24.07 28:12-13

Senin, 23 Februari

Yehuwa . . . sabar kepada kalian karena Dia tidak ingin seorang pun dimusnahkan. Dia ingin agar semuanya bertobat.—2 Ptr. 3:9.

Karena pengalamannya sendiri, Rasul Petrus bisa mengajar tentang pertobatan dan pengampunan kepada orang lain. Tidak lama setelah Perayaan Pentakosta, dia menyampaikan khotbah kepada sekumpulan orang Yahudi yang belum beriman. Dia menjelaskan bahwa mereka sudah membunuh Mesias. Tapi, dia dengan pengasih memberi tahu mereka, ”Bertobatlah, dan berbaliklah agar dosa-dosa kalian dihapus, supaya Yehuwa sendiri menyegarkan kalian.” (Kis. 3:​14, 15, 17, 19) Petrus menunjukkan bahwa orang-orang yang mau bertobat harus ’berbalik’. Itu berarti mereka harus mengubah cara berpikir yang salah, berhenti melakukan hal-hal buruk, dan mulai melakukan hal-hal yang menyenangkan Allah. Petrus juga menunjukkan bahwa Yehuwa akan menghapus dosa mereka dengan tuntas. Semua orang Kristen pasti sangat bersyukur karena tahu bahwa dosa mereka, bahkan yang serius, bisa diampuni! w24.08 32:14

Selasa, 24 Februari

Jangan mencintai uang.—Ibr. 13:5.

Kalau kita benar-benar beriman bahwa akhir dunia ini sudah sangat dekat, kita tidak akan mengandalkan uang. Selama kesengsaraan besar, orang-orang akan ”membuang perak mereka ke jalan-jalan”, karena mereka sadar bahwa ”perak maupun emas mereka tidak akan bisa menyelamatkan mereka pada hari kemurkaan Yehuwa”. (Yeh. 7:19) Jadi, daripada berfokus mengumpulkan sebanyak mungkin uang, kita perlu berupaya untuk hidup sederhana dan seimbang. Kita akan menghindari utang yang tidak perlu, dan kita tidak akan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mengurus harta kita. Kita juga akan berhati-hati supaya kita tidak terlalu menyayangi harta kita. (Mat. 6:​19, 24) Karena akhir dunia ini sudah semakin dekat, iman kita pasti akan diuji, dan kita pun harus memilih apakah kita akan mengandalkan Yehuwa atau harta kita. w24.09 37:13-14

Rabu, 25 Februari

Orang yang berpikir bahwa dirinya sedang berdiri teguh harus berhati-hati agar tidak jatuh.—1 Kor. 10:12.

Kita mungkin bisa menyingkirkan beberapa kelemahan kita. Tapi, mungkin ada beberapa kelemahan lainnya yang masih harus terus kita lawan. Perhatikan contoh Rasul Petrus. Karena takut kepada manusia, dia sempat menyangkal Yesus tiga kali. (Mat. 26:​69-75) Tapi, Petrus kelihatannya sudah berhasil mengatasi rasa takut itu sewaktu dia dengan berani memberikan kesaksian di depan Sanhedrin. (Kis. 5:​27-29) Meski begitu, beberapa tahun kemudian, dia menjadi ”takut kepada para pendukung sunat” sehingga dia tidak lagi makan dengan orang Kristen yang bukan Yahudi. (Gal. 2:​11, 12) Ya, rasa takut Petrus muncul lagi. Mungkin kelemahannya itu memang tidak pernah benar-benar hilang. Kita bisa saja menghadapi situasi yang sama seperti Petrus. Tapi, kita bisa melawan kelemahan yang terus muncul dengan mengikuti nasihat Yesus untuk ’tetap berjaga-jaga’. (Mat. 26:41) Bahkan sewaktu kita merasa kuat, kita harus tetap menghindari situasi yang bisa menimbulkan godaan. Jangan berhenti melakukan hal-hal yang selama ini sudah membuat Saudara berhasil melawan kelemahan itu.—2 Ptr. 3:14. w24.07 29:17-19

Kamis, 26 Februari

Dia . . . memberikan mereka sebagai pemberian berupa manusia.—Ef. 4:8.

Tidak ada manusia yang lebih murah hati daripada Yesus. Sewaktu di bumi, dia sering membuat mukjizat untuk membantu orang-orang. (Luk. 9:​12-17) Dia juga memberikan hadiah terbesar dengan mengorbankan nyawanya untuk kita. (Yoh. 15:13) Setelah dibangkitkan pun, Yesus terus bermurah hati. Seperti yang dia janjikan, dia meminta Yehuwa mencurahkan kuasa kudus untuk mengajar dan menghibur kita. (Yoh. 14:​16, 17, catatan kaki; 16:13) Dan melalui perhimpunan, Yesus terus memperlengkapi kita untuk bisa membuat orang-orang dari segala bangsa menjadi muridnya. (Mat. 28:​18-20) Rasul Paulus menulis bahwa setelah Yesus naik ke surga, dia memberikan ”pemberian berupa manusia”. (Ef. 4:​7, 8) Paulus menjelaskan bahwa pria-pria itu diberikan untuk mendukung sidang dengan berbagai cara. (Ef. 1:​22, 23; 4:​11-13) Memang, mereka tidak sempurna dan bisa melakukan kesalahan. (Yak. 3:2) Tapi, Tuan kita Yesus Kristus menggunakan mereka untuk membantu kita. Mereka adalah hadiah untuk kita. w24.10 42:1-2

Jumat, 27 Februari

Pertimbangan yang baik akan melindungimu.—Ams. 2:11.

Daud memberi tahu anaknya, Salomo, bahwa Salomo bisa berhasil hanya kalau dia menaati Allah Yehuwa. Sayangnya, sewaktu Salomo sudah lebih tua, dia mulai menyembah allah-allah lain. Yehuwa pun tidak lagi memberkati dia. Dia kehilangan hikmatnya sehingga dia tidak bisa lagi memerintah dengan benar dan adil. (1 Raj. 11:​9, 10; 12:4) Apa pelajarannya? Ketaatan menghasilkan keberhasilan. (Mz. 1:​1-3) Memang, Yehuwa tidak berjanji untuk membuat kita kaya atau terkenal seperti Salomo. Tapi, kalau kita menaati Allah kita, Dia akan memberi kita hikmat supaya kita bisa membuat keputusan yang baik. (Ams. 2:​6, 7; Yak. 1:5) Prinsip yang Dia berikan bisa membantu kita membuat keputusan soal pekerjaan, pendidikan, hiburan, dan uang. Dengan mengikuti prinsip dari Allah, kita akan terlindung dari bahaya rohani yang bisa mengancam kehidupan abadi kita. (Ams. 2:​10, 11) Kita juga akan punya teman-teman sejati dan keluarga yang bahagia. w24.11 45:11-12

Sabtu, 28 Februari

Periksa segala sesuatu, pastikan mana yang benar, dan terus jalankan itu.—1 Tes. 5:21.

Orang tua, carilah kesempatan untuk memulai obrolan yang menarik dengan anak kalian tentang Alkitab atau tentang Allah. Kalian mungkin bisa mendapat kesempatan seperti itu sewaktu mengunjungi museum. Kalian bisa menunjukkan peristiwa sejarah atau penemuan yang bisa memperkuat keyakinan anak kalian bahwa Alkitab bisa dipercaya. Apakah anak kalian tahu bahwa nama Allah tertulis di Batu Moab, yang usianya sudah 3.000 tahun? Tiruannya dipajang di pameran ”Alkitab dan Nama Allah” di museum yang ada di kantor pusat Saksi-Saksi Yehuwa di Warwick, New York. Batu Moab menunjukkan bahwa Mesya raja Moab memberontak terhadap Israel. Itu sesuai dengan apa yang Alkitab katakan. (2 Raj. 3:​4, 5) Sewaktu anak kalian melihat sendiri bukti-bukti bahwa Alkitab memang benar dan bisa dipercaya, imannya akan semakin kuat. w24.12 50:4, 6

    Publikasi Isyarat Indonesia (1993-2025)
    Log Out
    Log In
    • Bahasa Isyarat Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan