Senin, 11 Mei
Tolaklah cerita-cerita bohong yang menghina Allah.—1 Tim. 4:7.
Kalau Saudara mendengar berita yang negatif tentang organisasi atau saudara-saudara yang mengambil pimpinan, ingatlah bahwa Yesus dan murid-muridnya di abad pertama juga difitnah oleh para penentang. Selain itu, Yesus sudah menubuatkan bahwa umat Yehuwa akan dianiaya dan difitnah. Jadi, kita tidak perlu heran sewaktu hal itu terjadi sekarang. (Mat. 5:11, 12) Kita tidak akan tertipu oleh berita-berita bohong kalau kita mengenali sumbernya dan langsung bertindak untuk melindungi diri. Bagaimana kita bisa melakukannya? Tolaklah berita yang tidak benar. Rasul Paulus memberi tahu kita dengan jelas apa yang harus dilakukan kalau kita mendengar berita yang tidak benar. Dia menyuruh Timotius memperingatkan orang-orang tertentu untuk ”tidak . . . memperhatikan cerita-cerita bohong” dan menolaknya. (1 Tim. 1:3, 4) Jadi, kita tidak akan mendengarkan atau membaca berita-berita bohong, karena kita tahu siapa sumbernya. Sebaliknya, kita akan berpegang pada ”ajaran yang benar”.—2 Tim. 1:13. w24.04 15:16, 17
Selasa, 12 Mei
Mereka mengambil hati orang-orang yang polos dengan pujian dan kata-kata manis.—Rm. 16:18.
Tetaplah bersatu dengan orang-orang yang setia kepada Yehuwa. Allah ingin kita melayani Dia bersama saudara-saudari kita. Kita bisa tetap bersatu kalau kita terus berpegang pada kebenaran. Siapa pun yang menyimpang dari kebenaran bisa membuat sidang terpecah belah. Karena itu, Allah memperingatkan kita untuk ’menghindari mereka’ supaya kita tidak ikut menyimpang dari kebenaran. (Rm. 16:17) Kalau kita bisa mengenali kebenaran dan berpegang pada kebenaran itu, kita akan tetap aman dan kuat secara rohani. (Ef. 4:15, 16) Kita tidak akan tertipu oleh ajaran palsu dan kebohongan yang disebarkan Setan. Selama kesengsaraan besar, kita juga akan tetap aman dalam perlindungan Yehuwa. Jadi, teruslah berpegang pada kebenaran ”supaya Allah kedamaian menyertai kalian”.—Flp. 4:8, 9. w24.07 28:16-17
Rabu, 13 Mei
Orang ini mempersembahkan satu korban yang menghapus dosa untuk selamanya.—Ibr. 10:12.
Yesus memberikan perhatian khusus kepada orang-orang yang merasa terbebani oleh dosa, dan dia mengundang mereka untuk menjadi pengikutnya. Yesus tahu bahwa dosa adalah penyebab utama penderitaan manusia. Jadi, dia berupaya membantu orang-orang yang dikenal sebagai orang berdosa. Dia berkata, ”Orang sehat tidak butuh tabib, tapi orang sakit butuh. . . . Saya datang bukan untuk memanggil orang benar, tapi orang berdosa.” (Mat. 9:12, 13) Dan memang, itulah yang Yesus lakukan. Sewaktu seorang wanita mencuci kaki Yesus dengan air matanya, Yesus dengan lembut memberi tahu dia bahwa dosanya diampuni. (Luk. 7:37-50) Yesus juga mengajarkan kebenaran yang berharga kepada seorang wanita Samaria yang ada di dekat sumur, meskipun dia tahu bahwa wanita itu tinggal bersama pria yang bukan suaminya. (Yoh. 4:7, 17-19, 25, 26) Yesus bahkan mendapat kuasa dari Allah untuk mengalahkan kematian, akibat terburuk dari dosa. Dia bisa membangkitkan orang-orang, baik pria maupun wanita, anak-anak maupun orang dewasa.—Mat. 11:5. w24.08 31:9-10