PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
Log Out
Log In
PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Selamat Datang!
Ini adalah sarana riset untuk berbagai publikasi dalam berbagai bahasa yang diproduksi oleh Saksi-Saksi Yehuwa.
Untuk download publikasi, silakan kunjungi jw.org.
  • Hari ini

Senin, 10 Agustus

Kalian para suami, . . . berikan perhatian kepada wanita itu seperti kepada benda yang lebih lemah.—1 Ptr. 3:7.

Menurut sebuah laporan baru-baru ini dari Organisasi Kesehatan Dunia, banyak suami menganiaya istrinya secara fisik, verbal, dan emosi. Suami seperti itu mungkin memperlakukan istrinya dengan baik di depan umum tapi memperlakukan dia dengan buruk di rumah. Mengapa beberapa suami menganiaya istri mereka? Mereka mungkin dibesarkan oleh ayah yang kasar sehingga mereka menganggap perlakuan seperti itu normal. Ada juga yang dipengaruhi oleh pandangan yang umum di sekitar mereka. Mereka berpikir bahwa ”pria sejati” harus menggunakan kekerasan untuk menunjukkan kepada istri mereka bahwa merekalah yang menjadi kepala. Yang lainnya tidak pernah diajar untuk mengendalikan emosi. Selain itu, beberapa pria punya pandangan yang menyimpang tentang wanita dan seks karena sering menonton pornografi. Dan, menurut beberapa laporan, pandemi COVID-19 membuat semakin banyak suami menganiaya istri mereka. Tapi, apa pun alasannya, seorang suami tidak boleh menganiaya istrinya. w25.01 8 ¶2-3

Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari—2026

Selasa, 11 Agustus

Karena Kristus telah menderita sebagai manusia, kalian juga harus memperlengkapi diri dengan tekad yang sama seperti dia.—1 Ptr. 4:1.

”Kasihilah Yehuwa Allahmu dengan sepenuh hati, sepenuh jiwa, seluruh pikiran, dan seluruh kekuatanmu.” (Mrk. 12:30) Yesus mengajarkan bahwa itulah perintah terpenting dalam Hukum Musa. Perhatikan bahwa kasih kepada Yehuwa berkaitan dengan hati kita, termasuk keinginan dan perasaan kita. Kasih kepada Yehuwa juga berkaitan dengan kekuatan kita dan pengabdian kita yang sepenuh jiwa. Selain itu, kasih kepada Yehuwa berkaitan dengan pikiran kita, termasuk cara berpikir kita. Kita perlu berupaya meniru cara berpikir Yehuwa. Memang, kita tidak akan bisa benar-benar memahami semua pikiran-Nya. Tapi, kita bisa lebih memahami pikiran Allah dengan mempelajari ”pikiran Kristus”, karena Yesus meniru cara berpikir Bapaknya dengan sempurna.—1 Kor. 2:16. w25.03 8 ¶1

Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari—2026

Rabu, 12 Agustus

Karena besarnya kebaikan hati-Nya yang luar biasa, kita ditebus dengan darah Putra-Nya. Kita dibebaskan, dan pelanggaran kita diampuni.—Ef. 1:7.

Sebagai manusia sempurna, Yesus sebanding dengan manusia pertama, Adam, sebelum dia berdosa. (1 Kor. 15:45) Jadi dengan kematiannya, Yesus bisa menebus, atau menggantikan, apa yang Adam hilangkan. (Rm. 5:19) Karena itu, Yesus disebut ”Adam yang terakhir”. Tidak perlu ada manusia sempurna lain untuk membayar tebusan. Yesus mati ”sekali untuk selamanya”. (Ibr. 7:27; 10:12) Jadi, apa yang sudah Yehuwa lakukan? Dia membuat pengaturan pendamaian supaya dosa kita bisa diampuni dan kita bisa punya hubungan yang baik dengan-Nya. Tapi untuk itu, harus ada tebusan yang dibayar. Yesus membayar tebusan itu dengan mencurahkan darahnya yang berharga untuk kita.—Ibr. 9:14. w25.02 5 ¶12-13

Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari—2026
Selamat Datang!
Ini adalah sarana riset untuk berbagai publikasi dalam berbagai bahasa yang diproduksi oleh Saksi-Saksi Yehuwa.
Untuk download publikasi, silakan kunjungi jw.org.
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan