-
Yehuwa—Kekuatan KitaMenara Pengawal—1988 (Seri 44) | Menara Pengawal—1988 (Seri 44)
-
-
6, 7. (a) Selaras dengan Yesaya 25:1, untuk hal apa penyembah-penyembah Yehuwa harus memuliakan Dia? (b) Bagaimana Yesaya 25:2, 3 menggambarkan suatu kota tertentu? (c) Kota apa yang rupanya dimaksudkan oleh nabi tersebut, dan mengapa?
6 Mari kita sekarang membuka Yesaya pasal 25. Di ayat 1 kita membaca: ”Ya [Yehuwa], Engkaulah Allahku; aku mau meninggikan Engkau, mau menyanyikan syukur bagi namaMu; sebab dengan kesetiaan yang teguh Engkau telah melaksanakan rancanganMu [”hal-hal,” NW] yang ajaib yang telah ada sejak dahulu.” Para penyembah Yehuwa yang percaya memuliakan Dia untuk perbuatan-perbuatan menakjubkan yang Ia laksanakan di tengah-tengah mereka. Tetapi Yesaya kemudian membuat pertentangan yang tajam, dengan mengatakan kepada Yehuwa: ”Sebab Engkau telah membuat kota itu menjadi timbunan batu, dan kota yang berkubu itu menjadi reruntuhan; puri orang luar tidak lagi menjadi kota, dan tidak dibangunkan lagi untuk selama-lamanya. . . . kota bangsa-bangsa yang gagah [”penindas,” NW] akan takut kepada [Yehuwa].”—Yesaya 25:2, 3.
-
-
Yehuwa—Kekuatan KitaMenara Pengawal—1988 (Seri 44) | Menara Pengawal—1988 (Seri 44)
-
-
10. (a) Selaras dengan Yesaya 25:3, bagaimana ”kota bangsa-bangsa penindas” terpaksa harus memuliakan Yehuwa, dan untuk takut kepadaNya? (b) Di Yesaya 25:4, 5, bagaimana Yesaya berbicara mengenai Yehuwa, sehubungan dengan ”orang lemah” maupun ”orang-orang yang gagah sombong”?
10 Pada tahun 1919, Yehuwa membebaskan umatNya yang sejati dari kekuasaan ”Babel besar.” ”Kota bangsa-bangsa penindas” itu terpaksa memuliakan Yehuwa dalam hal ia diharuskan untuk melihat dengan perasaan sakit hati ’hal-hal ajaib’ yang dilaksanakan Yehuwa dalam memulihkan para penyembahNya kepada kegiatan yang dinamis. Orang-orang beragama palsu juga dipaksa untuk takut kepada Yehuwa, sambil menantikan apa yang akan menimpa mereka kelak. Selama berabad-abad kaum pendeta yang menindas telah meninggikan diri di atas golongan awam. Tetapi sekarang Yesaya berbicara tentang Yehuwa, dengan mengatakan: ”Engkau menjadi tempat pengungsian bagi orang lemah, tempat pengungsian bagi orang miskin dalam kesesakannya, perlindungan terhadap angin ribut, naungan terhadap panas terik, sebab amarah orang-orang yang gagah sombong itu seperti angin ribut di musim dingin, seperti panas terik di tempat kering. Kegaduhan orang-orang luar Kaudiamkan; seperti panas terik ditiadakan oleh naungan awan, demikianlah nyanyian orang-orang yang gagah sombong ditiadakan.”—Yesaya 25:4, 5.
-