-
”Seluruh Israel” Diselamatkan untuk Memberkati Seluruh Umat ManusiaMenara Pengawal—1984 (Seri 3) | Menara Pengawal—1984 (Seri 3)
-
-
3, 4. Kira-kira 2.700 tahun sebelum 1914, Yehuwa mengilhami Yesaya untuk menulis apa tentang ”segala bangsa”?
3 Lebih dari 2.700 tahun yang lalu, Allah Yehuwa menunjuk ke depan kepada masa ketika tank-tank perang dari baja dan pesawat-pesawat terbang akan digunakan untuk pertama kalinya dalam peperangan, dan peperangan dalam parit-parit perlindungan akan dikhususkan, tentara-tentara harus menggunakan topeng-topeng gas, dan meriam-meriam jarah jauh seperti ”Big Bertha” akan digunakan dalam konflik total. Ya, kira-kira 27 abad sebelum Perang Dunai I, Allah Yehuwa mengilhami nabi Yesaya untuk melukiskan sesuatu yang lain yang akan terjadi pada waktu itu, dengan mengatakan,
4 ”Firman yang dinyatakan kepada Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem. Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah [Yehuwa] akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: ’Mari, kita naik ke gunung [Yehuwa], ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalanNya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman [Yehuwa] dari Yerusalem.’ Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang. Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang [Yehuwa]!”—Yesaya 2:1-5.
-
-
”Seluruh Israel” Diselamatkan untuk Memberkati Seluruh Umat ManusiaMenara Pengawal—1984 (Seri 3) | Menara Pengawal—1984 (Seri 3)
-
-
Saksi-Saksi Yehuwa—Orang-Orang Macam Apa?
9. Tidak seperti Republik Israel, Saksi-Saksi Yehuwa telah mengambil haluan apa sebagai penggenapan dari Yesaya 2:4?
9 Berlawanan dengan latar belakang dari Republik Israel, orang-orang macam apakah Saksi-Saksi Yehuwa dewasa ini? Sama seperti republik itu, apakah mereka dipersenjatai untuk melaksanakan peperangan jasmani terhadap orang-orang yang mengancam diri mereka? Tidak! Tetapi, mereka adalah tepat seperti dinubuatkan di Yesaya 2:4. Karena mereka meninggikan ibadat Yehuwa di rumah rohani Allah, mereka secara kiasan telah menempa pedang-pedang menjadi mata bajak dan tombak-tombak menjadi pisau pemangkas. Mereka percaya kepada Allah Yehuwa sebagai Pelindung mereka karena meniru Pemimpin mereka, Yesus Kristus. Meskipun mereka datang dari hampir segala bangsa di bumi, mereka tidak membiarkan permusuhan yang bersifat nasionalistis menguasai diri mereka; mereka juga tidak ikut campur dalam politik duniawi. Dalam arti yang sesungguhnya, mereka sudah berhenti belajar cara-cara perang jasmani. Mereka mempertahankan sikap netral terhadap konflik-konflik dan politik duniawi. Benar, mereka telah berhenti menggunakan senjata-senjata jasmani untuk membela diri atau menyerang. Mereka percaya apa yang dikatakan Yesus Kristus—bahwa Kerajaannya ”bukan dari dunia ini”. Karena jika demikian, maka murid-muridnya akan berjuang untuknya dengan senjata-senjata peperangan yang paling modern.—Yohanes 18:36.
10. (a) Hanya dalam peperangan apa Saksi-Saksi Yehuwa ikut? (b) ”Perintah baru” apa ditaati para Saksi, dan bagaimana mereka melakukannya?
10 Sebaliknya, Saksi-Saksi Yehuwa hanya ikut dalam peperangan rohani. Perjuangan mereka adalah melawan roh-roh jahat di langit. Jadi senjata mereka bukan senjata jasmani, yang menumpahkan darah. (Efesus 6:10-18) Perjuangan mereka tidak melawan umat manusia, dan mereka tentu tidak berperang dengan saudara-saudara rohani mereka dalam organisasi Yehuwa. Mereka mentaati perintah Yesus Kristus untuk mengasihi saudara-saudara rohani mereka, sama seperti ia mengasihi kita, bahkan sampai menyerahkan kehidupan manusianya demi untuk murid-muridnya. Hal ini selaras dengan ”perintah baru” yang diberikan Yesus kepada para pengikutnya, agar mereka saling mengasihi.—Yohanes 13:34.
-