-
”Piala” yang Harus Diminum oleh Segala Bangsa di Tangan AllahMenara Pengawal—1981 (No. 30) | Menara Pengawal—1981 (No. 30)
-
-
”’Kemudian sesudah genap ketujuh puluh tahun itu,’ demikianlah firman TUHAN, ’maka Aku akan melakukan pembalasan kepada raja Babel dan kepada bangsa itu oleh karena kesalahan mereka, juga kepada negeri orang-orang Kasdim, dengan membuatnya menjadi tempat-tempat yang tandus untuk selama-lamanya. Aku akan menimpakan kepada negeri ini segala apa yang Kufirmankan tentang dia, yaitu segala apa yang tertulis dalam kitab ini seperti yang telah dinubuatkan Yeremia tentang segala bangsa itu. Sebab merekapun juga akan menjadi hamba kepada banyak bangsa-bangsa dan raja-raja yang besar, dan Aku akan mengganjar mereka setimpal dengan pekerjaan mereka dan setimpal dengan perbuatan tangan mereka.’”—Yer. 25:8-14.
-
-
”Piala” yang Harus Diminum oleh Segala Bangsa di Tangan AllahMenara Pengawal—1981 (No. 30) | Menara Pengawal—1981 (No. 30)
-
-
8. Mengapa Yehuwa menyebut Nebukhadnezar ”hambaKu”, dan sehubungan dengan dia, apa yang harus dianggap sebagai suatu gambaran yang menyangkut kita dewasa ini?
8 Mengapa Yehuwa menyebut Raja Nebukhadnezar ”hambaKu”? Karena Ia menggunakan Nebukhadnezar untuk menghukum umat Yehuda yang tidak sudi mendengarkan kepada nabi-nabiNya. Penghukuman melalui raja Babel ini juga diteruskan ke negara-negara sekitarnya yang memperlakukan umat Yehuwa dengan jahat karena mereka benci kepada Dia. Namun ini tidak berarti bahwa Nebukhadnezar menjadi gambaran dari Yesus Kristus, yang hanya menyembah Yehuwa saja sebagai Allah. Tugas yang Nebukhadnezar laksanakan atas perintah Yehuwa untuk menghukum bangsa-bangsa yang bersalah, inilah yang menjadi gambaran. Ini menggambarkan penaklukan dunia oleh Yesus Kristus sebagai Pemimpin Pelaksana Penghukuman yang Yehuwa perintahkan selama ’sengsara besar’ yang akan datang. Pada waktu itu segala bangsa yang menentang akan dilumatkan menjadi debu di bawah kaki Hamba Yehuwa yang paling tinggi. Jadi bangsa-bangsa ini (termasuk bangsa-bangsa Susunan Kristen) menjadi imbangan modern dari bangsa-bangsa kuno tersebut yang ditaklukkan oleh Kuasa Dunia Babel. Itulah sebabnya persoalan ini sangat penting kita perhatikan dewasa ini.
-