PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Bagaimana Kerajaan Allah Menjadi Pemerintahan Dunia
    Pemerintahan Dunia yang Mendatang—Kerajaan Allah
    • 7. Bagaimanakah ”raja-raja (tersebut)” telah menunjukkan tekad untuk terus memerintah?

      7 Pada tahun 1914 yang digoncangkan oleh perang itu ada lebih banyak penguasa yang duduk bertakhta sebagai raja dari pada dewasa ini. Di situlah terdapat kenyataan dari perkataan di Daniel 2:44: ”Pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya.” Para ”raja” tersebut, atau penguasa politik apa saja yang semenjak itu muncul berkuasa di bumi, telah menolak untuk memperhatikan ”Injil kerajaan” yang kini telah diberitakan seluas dunia. Mereka, atau pemerintahan mereka, telah menentang atau malah dengan ganas menindas para pemberita Kristen yang memberitakan ”Injil” tentang kerajaan Mesias yang telah didirikan oleh Yehuwa. Inilah yang telah dilakukan oleh ”raja-raja” tersebut sebagai pernyataan tekad mereka untuk tetap berpegang kepada kedaulatan mereka di bumi ini. Maka, apakah yang harus dilakukan atas penguasa-penguasa demikian yang menolak untuk menyerahkan kedaulatan kepada kerajaan Mesias yang telah diberi kuasa oleh Allah? Daniel 2:44 memberikan kepada kita jawabannya,

      8. Hal yang dilakukan kepada ”patung” itu berarti apa bagi susunan yang ada sekarang?

      8 ”Dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain; kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya.” Hal sedemikian berarti bakal berakhirnya susunan segala perkara ini secara total. Berarti bakal lenyapnya untuk selama-lamanya ”patung” simbolis dari kuasa-kuasa dunia politik bikinan manusia. Ini sudah di ambang pintu, dan kini semakin mendekat semenjak tahun 1914 M. Penyingkiran ”patung” kekuasaan manusia yang disanjung-sanjung itu tidak akan terjadi secara damai. Ia akan dihancurkan dan dilumatkan sampai jadi debu. Seraya ”batu” Kerajaan Mesias itu seakan-akan memasuki atmosfir bumi kita dalam tugas ilahinya, ia tidak akan meledak seperti sebuah meteor dari ruang angkasa. Dengan daya gerak penuh yang diperolehnya sejak tahun 1914, ”batu” sekeras berlian yang tak terhancurkan itu akan mencapai tujuannya dengan pengaruh yang menghancurkan. Di mana?

  • Bagaimana Kerajaan Allah Menjadi Pemerintahan Dunia
    Pemerintahan Dunia yang Mendatang—Kerajaan Allah
    • 9. Tubrukan apa yang bakal disaksikan oleh generasi sesudah Zaman Kafir ini?

      9 Pada ”kaki” dari ”patung” simbolis itu, ”kaki” yang terbuat dari besi dan tanah liat basah yang masih berdiri dewasa ini. Kita, keturunan umat manusia ini, hidup ”pada zaman raja-raja” itu, pada zaman ”kaki” ini, yang sebagian besi, sebagian tanah liat. Kita, keturunan ini yang hidup sesudah Zaman Kafir, bakal segera menyaksikan ”batu” Kerajaan itu menghancurkan Kuasa Dunia Ketujuh dan segala pemerintahan politik lainnya di dalam atau di luar organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Maka, dalam bentrokan terakhir sehubungan dengan sengketa maha penting mengenai kedaulatan semesta alam, ”batu” Kerajaan itu akan menghabisi ”segala kerajaan ini” untuk selama-lamanya. Apakah artinya itu bagi kita dari generasi ini yang akan langsung terlibat di tengah-tengah tubrukan ini? Pernahkah kita memikirkannya?

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan