PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • g84_No10 hlm. 8-9
  • Armagedon Membuka Jalan untuk Suatu Permulaan yang Baru!

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Armagedon Membuka Jalan untuk Suatu Permulaan yang Baru!
  • Sedarlah!—1984 (No. 10)
  • Subjudul
  • Armagedon Tidak Dapat Dicegah
  • Jangan Mengabaikan Armagedon
Sedarlah!—1984 (No. 10)
g84_No10 hlm. 8-9

Armagedon Membuka Jalan untuk Suatu Permulaan yang Baru!

JIKA bencana nuklir jelas merupakan suatu alasan untuk takut, perang armagedon tidak usah demikian. Tanggapilah berita Alkitab berkenaan hal itu dengan sikap yang benar dan itu akan dapat berarti suatu permulaan kehidupan yang seluruhnya baru bagi anda.

Cara orang-orang menanggapi ancaman bencana nuklir berbeda-beda, demikian juga dengan Armagedon. Ada yang berusaha untuk mencegahnya, yang lain mengabaikannya, dan sebagian kecil, yang percaya bahwa hal itu tidak dapat dihindarkan, mencari keselamatan pribadi. Bagaimana anda akan menanggapinya?

Armagedon Tidak Dapat Dicegah

Karena Armagedon berarti ”peperangan hari besar Allah Yang Mahakuasa,’ tak seorang pun dapat mencegahnya. (Wahyu 16:14) Tetapi beberapa orang dengan bodoh mencobanya. Bagaimana? Dengan cara menyangkal bahwa itu akan terjadi dan menentang orang-orang yang memberikan peringatan. Maka mereka menempatkan diri sendiri dalam kelompok para penganiaya orang-orang Kristen di abad pertama yang mengejek peringatan tentang kehancuran Yerusalem yang sudah dekat. Tetapi ketika kota tersebut dihancurkan pada tahun 70 M., ada dari antara pengejek-pengejek itu yang mungkin teringat kepada peringatan yang diberikan oleh Gamaliel yang bijaksana kepada mereka sebelumnya: ”Biarkanlah mereka [orang-orang Kristen], . . . mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah.”—Kisah 5:34-39.

Termasuk di antara ’pelawan-pelawan Allah’ sekarang adalah para ulama yang menyangkal berita Alkitab tentang Armagedon yang sebenarnya. Mereka membuat orang-orang percaya bahwa Armagedon adalah bencana nuklir buatan manusia yang dapat dicegah oleh perundingan-perundingan politik dan gerakan-gerakan perdamaian.

Jonathan Schell menyatakan hal ini dalam bukunya The Fate of the Earth (Nasib Bumi), dengan menulis: ”Suatu penyelewengan agama yang erat hubungannya, dan yang lebih serius, adalah saran yang dibuat oleh beberapa orang Kristen fundamentalis, bahwa bencana nuklir yang mengancam akan meledak adalah Armagedon yang diancam oleh Allah dalam Alkitab.” Maka dengan tepat ia berpendapat bahwa ”kepunahan oleh senjata-senjata nuklir bukanlah Hari Penghakiman, di mana Allah membinasakan dunia itu . . . [tetapi] adalah kebinasaan umat manusia yang sama sekali tidak berarti dan benar-benar tidak adil oleh manusia.”

Para pendeta yang dengan cara demikian mengacaukan keduanya mengabaikan bahaya yang jauh lebih besar dari Armagedon. Dengan melibatkan diri dalam gerakan-gerakan untuk mencegah ”Armagedon termonuklir,” menurut istilah mereka yang keliru, mereka sebenarnya berjuang untuk mempertahankan sistem yang jahat ini, yang dengan alasan baik, telah direncanakan Allah, untuk dibinasakan. Usaha mereka untuk mencegah Armagedon adalah salah dan sia-sia.

Uskup agung dari York baru-baru ini juga mengatakan hal yang sama. Berbicara tentang pendirian yang sepatutnya harus diambil oleh Church of England (Gereja Inggris) berkenaan senjata nuklir, ia berkata: ”Perdebatan ini adalah tentang akhir dari dunia ini dan tentang bagaimana kita sebaiknya dapat menundanya.” Tapi mengapa orang-orang Kristen ingin menunda ”akhir dari dunia ini” yang dikatakan Alkitab? Mengapa mereka mau berdoa agar dunia diselamatkan dari Armagedon yang Allah anggap perlu?

Jangan Mengabaikan Armagedon

Sama bahayanya adalah usaha apapun untuk mengabaikan berita Alkitab tentang Armagedon. Beginilah reaksi orang pada jaman Nuh terhadap berita tentang Air Bah. Selama pelayanannya di bumi Yesus menyebutkan hal ini, dengan berkata: ”Sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu [tidak memperhatikan, NW], sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.”—Matius 24:37-39.

Orang-orang yang hidup pada jaman sebelum Air Bah, yang tidak memperhatikan, mengabaikan berita Nuh tentang akan datangnya Air Bah. Tetapi pada saat Air Bah datang, mereka tidak dapat mengabaikan akibat-akibat yang memautkan. Hal yang sama juga akan terjadi atas orang-orang yang sekarang mengabaikan peringatan Alkitab tentang Armagedon. Ketika ”tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan . . . mereka pasti tidak akan luput.”—1 Tesalonika 5:3; bandingkan dengan 2 Petrus 3:3-10.

Orang-orang yang secara relatif sedikit perbandingannya, yang berusaha untuk mentaati perintah Allah agar dapat selamat dari Armagedon, tidak menganggap perang tersebut sebagai suatu alasan untuk takut. Yakin akan perlindungan dari Allah, mereka menganggapnya sebagai kesempatan untuk suatu permulaan yang baru. Apakah anda juga ingin berbuat demikian? Silahkan baca artikel selanjutnya.

[Gambar di hlm. 9]

Pengejek-pengejek abad pertama tidak dapat mencegah kebinasaan mereka sendiri

Pengejek-pengejek di jaman Nuh tidak dapat luput dari Air Bah

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan