PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • g83_No7 hlm. 3-4
  • Rancangan dalam Alam—Membuktikan Apa?

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Rancangan dalam Alam—Membuktikan Apa?
  • Sedarlah!—1983 (No. 7)
  • Subjudul
  • Polanya
Sedarlah!—1983 (No. 7)
g83_No7 hlm. 3-4

Rancangan dalam Alam—Membuktikan Apa?

KITA semua mengagumi hal-hal yang dirancang dengan baik. Ruangan yang diatur dengan rapi, sekuntum bunga atau sebuah komputer. Rancangan yang bagus menarik hati.

Sehubungan dengan rancangan, jalan pikiran yang sering digunakan untuk membuktikan adanya Allah ialah, jika ada rancangan berarti ada seorang Perancang. Dan banyak orang merasa bahwa penemuan-penemuan ilmiah telah menguatkan alasan ini. Mengapa? Karena hal ini membantu kita untuk menghargai betapa hebat penciptaan serta rumitnya alam ini.

Pertimbangkan apa yang telah ditemukan dalam dunia sel yang hidup. Satu abad yang lalu sebuah sel dianggap sebagai segumpal protoplasma yang dikelilingi oleh suatu selaput penutup yang sederhana. Sekarang kita tahu bahwa bahkan selaput luar ini sesuatu yang menakjubkan, karena ia mengatur benda-benda apa yang akan dimasukkan ke dalam atau dikeluarkan dari sel itu. Dan di dalam sel terdapat susunan benda-benda yang saling mempengaruhi secara menakjubkan. Ada protein-protein, ensim-ensim, cetak biru utama DNA dan jauh lebih banyak lagi yang luar biasa rumitnya.

Polanya

Dengan memperhatikan dunia atom dan sel yang sangat kecil, maupun alam semesta yang dahsyat dengan bermilyar-milyar bintang dan galaksi, kita melihat adanya suatu pola tertentu. Kita memperhatikan adanya ketertiban, kecerdasan—ya, rancangan!

Jika kita melihat rancangan dalam kehidupan sehari-hari, tidak diragukan lagi kita menghubungkannya dengan manusia yang cerdas. Bila kita melihat sebuah rumah, kita mengakui bahwa rumah itu dibangun oleh orang yang cerdas. Jam tangan yang anda pakai kita akui sebagai hasil karya seorang pembuat jam. Bila kita melihat cetak biru (blueprint) di atas meja, kita tahu bahwa itu digambar oleh seorang juru gambar. Bila kita melihat lukisan-lukisan di sebuah gedung kesenian, kita tahu bahwa itu dilukis oleh seseorang. Ya, bahkan meja, kursi, sikat gigi atau pinsil, semua dirancang dan diciptakan oleh manusia. Jadi bagaimana pendapat anda jika anda bertanya, ’Siapa yang menciptakan semua benda tersebut?’ dan mendapat jawaban, ’Tidak ada, karena hal-hal itu ada dengan sendirinya secara kebetulan’?

Padahal rancangan dan fungsi semua benda itu secara relatif sederhana dibandingkan dengan atom-atom, sel-sel yang hidup, tanaman, binatang, manusia, alam semesta. Jika benda-benda yang secara relatif sederhana harus ada yang merancang dan menciptakan, apakah masuk akal untuk menarik kesimpulan bahwa benda-benda yang jauh lebih rumit tidak ada yang merancang dan menciptakan?

Pada tiap tingkat pengamatan atas benda-benda ini banyak orang tergerak untuk menyetujui rasul Paulus ketika ia mengatakan tentang Allah: ”Apa yang tidak nampak dari padaNya, yaitu kekuatanNya yang kekal dan keilahianNya, dapat nampak kepada pikiran dari karyaNya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih [dimaafkan, NW].”—Roma 1:20.

Namun, ada yang bertanya: Jika jalan pikiran ini begitu logis, mengapa ada banyak orang yang tidak diyakinkan akan adanya seorang perancang, yaitu Allah?

[Gambar di hlm. 3]

Dari dunia atom yang kecil sampai alam semesta yang menakjubkan kita melihat rancangan yang sama

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan