PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Lihatlah Perbedaan Antara Umat Yehuwa dan Orang-Orang Lainnya
    Menara Pengawal (Edisi Pelajaran)—2018 | Januari
    • 3. Orang-orang seperti apa yang digambarkan di 2 Timotius 3:2-5?

      3 Setelah Paulus menulis bahwa ”keadaan pada hari-hari terakhir akan sulit dihadapi”, dia menyebutkan 19 sifat buruk yang akan dimiliki orang-orang pada zaman itu. Sifat-sifat ini mirip dengan yang dia sebutkan di Roma 1:29-31. Tapi dalam suratnya kepada Timotius ini, dia menggunakan istilah-istilah yang tidak ada di ayat lain mana pun. Namun, tidak semua orang akan punya sifat-sifat buruk seperti itu. Orang Kristen punya sifat yang sangat berbeda dengan mereka.—Baca Maleakhi 3:18.

  • Lihatlah Perbedaan Antara Umat Yehuwa dan Orang-Orang Lainnya
    Menara Pengawal (Edisi Pelajaran)—2018 | Januari
    • 4. Seperti apa orang yang sombong itu?

      4 Paulus berkata bahwa banyak orang akan mencintai diri sendiri dan uang, lalu dia menambahkan bahwa orang-orang akan membanggakan diri, merasa diri hebat, dan sombong. Mereka merasa diri lebih baik daripada yang lain karena penampilan, kesanggupan, harta, atau kedudukan mereka. Orang seperti itu sangat ingin dikagumi. Seorang pakar berkomentar bahwa orang yang sombong itu seperti menyembah dirinya sendiri. Ada juga yang berkata bahwa kesombongan adalah sifat yang begitu buruk, sampai-sampai orang yang sombong pun tidak suka melihat kesombongan orang lain.

  • Lihatlah Perbedaan Antara Umat Yehuwa dan Orang-Orang Lainnya
    Menara Pengawal (Edisi Pelajaran)—2018 | Januari
    • 8. (a) Apa pandangan yang umum tentang menaati orang tua? (b) Apa yang Alkitab perintahkan kepada anak-anak?

      8 Paulus juga menunjukkan bagaimana orang akan memperlakukan satu sama lain di hari-hari terakhir. Dia menulis bahwa anak-anak akan menjadi tidak taat kepada orang tua. Di zaman sekarang, ada banyak buku, film, dan acara televisi yang membuat sikap seperti itu terlihat wajar dan berterima. Padahal, sikap itu akan merusak keluarga, dan masyarakat pun akhirnya rusak. Sebenarnya, sejak dulu manusia sudah memahami hal ini. Misalnya, di Yunani kuno, orang yang memukul orang tuanya bisa kehilangan semua haknya sebagai warga negara. Menurut hukum Romawi, orang yang memukul ayahnya bisa mendapat hukuman yang sama dengan seorang pembunuh. Kitab-Kitab Ibrani maupun Yunani Kristen memerintahkan anak-anak untuk menghormati orang tua.—Kel. 20:12; Ef. 6:1-3.

  • Lihatlah Perbedaan Antara Umat Yehuwa dan Orang-Orang Lainnya
    Menara Pengawal (Edisi Pelajaran)—2018 | Januari
    • 10, 11. (a) Sifat apa saja yang menunjukkan bahwa seseorang tidak mengasihi sesamanya? (b) Sejauh mana orang Kristen sejati mengasihi orang lain?

      10 Paulus juga menyebutkan sifat-sifat lain yang menunjukkan bahwa orang-orang tidak mengasihi satu sama lain. Setelah menyebut tentang ketidaktaatan kepada orang tua, dia menyebutkan sikap tidak berterima kasih. Ini cocok karena orang yang tidak berterima kasih tidak menghargai kebaikan orang lain, termasuk orang tua mereka sendiri. Selanjutnya, Paulus berkata bahwa orang-orang akan menjadi tidak setia. Mereka juga tidak mau berdamai, atau bersepakat. Mereka berkhianat serta menghina orang-orang dan bahkan Allah. Selain itu, mereka akan memfitnah, atau merusak nama baik orang lain.a

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan