PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Selalu Memperlihatkan Kasih dan Iman
    Menara Pengawal—1986 (Seri 26) | Menara Pengawal—1986 (Seri 26)
    • 22. Siapa ”tidak dapat mencengkeram” seorang Kristen yang loyal, dan orang sedemikian dapat mendoakan apa dengan yakin?

      22 Yohanes kini meringkaskan pokok-pokok utama dalam suratnya. (Baca 1 Yohanes 5:18-21.) Setiap orang ”yang lahir dari Allah” sebagai seorang Kristen yang diurapi dengan roh ”tidak terus-menerus berbuat dosa.” (BIS) Yesus Kristus, ”Dia yang lahir dari Allah” melalui roh kudus, ”melindunginya, dan si jahat [Setan] tidak dapat menjamahnya [”mencengkeramnya,” NW].” Seorang Kristen terurap yang loyal dapat berdoa dengan yakin supaya diluputkan dari si jahat dan dapat, dengan ”perisai iman,” terlepas dari kerugian rohani yang disebabkan oleh ”semua panah api” dari Setan.—Matius 6:13; Efesus 6:16.

  • Selalu Memperlihatkan Kasih dan Iman
    Menara Pengawal—1986 (Seri 26) | Menara Pengawal—1986 (Seri 26)
    • 24. Untuk maksud apa Yesus ”mengaruniakan pengertian kepada kita”?

      24 Ada guru-guru palsu yang berpendapat bahwa Kristus tidak datang secara jasmani. (2 Yohanes 7) Tetapi bukti yang disebutkan dalam surat ini memungkinkan Yohanes untuk mengatakan, ”Kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang.” (1 Yohanes 1:1-4; 5:5-8) Selain itu, Yesus ”telah mengaruniakan pengertian kepada kita,” supaya ”kita mengenal Yang Benar,” suatu pengertian yang progresif tentang Allah. (Matius 11:27) Jadi ”kita ada di dalam Yang Benar [Allah Yehuwa], di dalam [”melalui,” NW] AnakNya Yesus Kristus.”—Bandingkan Yohanes 17:20, 21.

      25. Sebagai orang-orang Kristen, bagaimana kita dapat menerapkan nasihat di 1 Yohanes 5:21?

      25 Mereka yang bersatu dengan Allah yang benar, Yehuwa, tidak soal dari kaum sisa terurap atau ”domba-domba lain,” ingin menyenangkan Dia dalam segala hal. Namun ada godaan untuk menyembah berhala di abad pertama, demikian pula dewasa ini. Karena itu cocok jika Yohanes mengakhiri suratnya dengan nasihat yang bersifat kebapaan, ”Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala.” Sebagai orang-orang Kristen, kita tidak membungkuk di depan patung-patung. (Keluaran 20:4-6) Kita juga tahu bahwa adalah salah untuk menaruh diri sendiri, kesenangan, atau apapun juga sebagai ganti Allah. (2 Timotius 3:1, 2, 4) Dan pembaktian kita kepadaNya menyebabkan kita tidak menyembah ’binatang buas’ politik dan ’patungnya.’ (Wahyu 13:14-18; 14:9-12) Jadi dengan maksud untuk menyenangkan Bapa surgawi kita dan menerima karunia hidup kekal dari padaNya, marilah kita bertekad bulat untuk menghindari semua penyembahan berhala, sekali-kali tidak membiarkan hal itu merusak hubungan kita yang berharga dengan Yehuwa melalui Yesus Kristus.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan