PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Menghadapi Dua Binatang yang Ganas
    Wahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!
    • 25. (a) Bagaimana Yohanes menggambarkan seekor binatang buas simbolis lain yang muncul di panggung dunia? (b) Apa yang ditunjukkan oleh dua tanduk dari binatang buas yang baru ini dan dengan keluarnya dia dari bumi?

      25 Tetapi sekarang seekor binatang buas lain muncul di panggung dunia. Yohanes melaporkan: ”Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga. Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh. Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.” (Wahyu 13:11-13) Binatang buas ini mempunyai dua tanduk, yang menunjukkan adanya persekutuan dari dua kuasa politik. Dan ia digambarkan keluar dari bumi, bukan dari laut. Jadi, ia keluar dari sistem Setan yang sudah mapan di bumi. Ini pasti suatu kuasa dunia, yang sudah ada, yang kemudian memegang peranan penting pada hari Tuhan.

  • Menghadapi Dua Binatang yang Ganas
    Wahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!
    • 27. (a) Sikap apa dari binatang buas bertanduk dua yang dinyatakan oleh fakta bahwa ia menurunkan api dari langit? (b) Bagaimana pandangan banyak orang terhadap imbangan modern dari binatang buas bertanduk dua itu?

      27 Binatang buas bertanduk dua ini mengadakan tanda-tanda yang besar, bahkan menurunkan api dari langit. (Bandingkan Matius 7:21-23.) Tanda yang belakangan ini mengingatkan kita kepada Elia, nabi Allah pada jaman purba yang mengadakan pertandingan dengan nabi-nabi Baal. Ketika ia berhasil menurunkan api dari langit dalam nama Yehuwa, hal itu membuktikan tanpa keraguan bahwa ia seorang nabi sejati dan bahwa nabi-nabi Baal adalah palsu. (1 Raja 18:21-40) Seperti nabi-nabi Baal tersebut, binatang buas bertanduk dua itu merasa bahwa ia cukup memenuhi syarat sebagai nabi. (Bandingkan Wahyu 13:14, 15; 19:20.) Ya, binatang itu mengaku telah menaklukkan kuasa-kuasa yang jahat dalam dua perang dunia, dan sekarang ia dengan tegas melawan apa yang disebut komunisme yang tidak bertuhan! Sesungguhnya, banyak orang menganggap imbangan binatang buas bertanduk dua pada jaman modern ini sebagai pelindung kemerdekaan dan sumber perkara-perkara materi yang baik.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan