Rabu, 9 September
Seluruh isi Kitab Suci berasal dari Allah dan bermanfaat.—2 Tim. 3:16.
Setiap hamba Yehuwa mendapat makanan rohani, bimbingan, dan perlindungan dari-Nya. Apa salah satu bukti yang menunjukkan bahwa Yehuwa tidak berat sebelah? Yehuwa memastikan orang-orang di seluruh dunia bisa membaca Alkitab. Kitab Suci awalnya ditulis dalam tiga bahasa, yaitu Ibrani, Aram, dan Yunani. Tapi, apakah mereka yang bisa membaca Alkitab dalam bahasa aslinya punya hubungan yang lebih akrab dengan Yehuwa daripada yang lain? Tidak. (Mat. 11:25) Yehuwa mengundang kita untuk menjadi sahabat-Nya, tidak soal latar belakang pendidikan atau kemampuan bahasa kita. Yehuwa memastikan agar orang-orang di seluruh dunia, termasuk yang tidak berpendidikan tinggi, bisa belajar dari hikmat-Nya. Firman-Nya, Alkitab, sudah diterjemahkan ke dalam ribuan bahasa. Hasilnya, orang-orang di berbagai bagian dunia bisa mendapat manfaat dari ajaran Alkitab dan belajar caranya menjadi sahabat Yehuwa.—2 Tim. 3:16, 17. w24.06 23:13-15
Kamis, 10 September
Yerusalem akan segera dihancurkan.—Luk. 21:20.
Tidak lama lagi, orang Kristen Ibrani di Yerusalem akan mengalami kesengsaraan karena Yerusalem akan dihancurkan seperti yang Yesus nubuatkan. Mereka perlu menggunakan waktu yang tersisa untuk berupaya memiliki iman yang kuat dan ketekunan. (Ibr. 10:25; 12:1, 2) Sebentar lagi, kita akan menghadapi kesengsaraan yang jauh lebih berat daripada yang dihadapi orang Kristen Ibrani. (Mat. 24:21; Why. 16:14, 16) Perhatikan beberapa nasihat yang Yehuwa berikan kepada mereka, yang bisa bermanfaat bagi kita juga. Dalam surat Rasul Paulus untuk orang Ibrani, dia menasihati mereka untuk menggali lebih dalam isi Firman Allah. (Ibr. 5:14–6:1) Paulus mengutip Kitab-Kitab Ibrani dan menjelaskan mengapa ibadah Kristen lebih baik daripada ibadah Yahudi. Paulus tahu bahwa kalau orang-orang Kristen itu punya lebih banyak pengetahuan tentang kebenaran dan lebih memahaminya, mereka bisa mengenali dan menolak pandangan yang salah sehingga mereka tidak akan disesatkan. w24.09 37:2-3, 6
Jumat, 11 September
Tuan memang sudah bangkit.—Luk. 24:34.
Murid-murid Yesus sudah membuat berbagai pengorbanan karena mereka yakin bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan. (Mat. 16:16) Misalnya, ada yang sudah meninggalkan rumah, keluarga, dan pekerjaan mereka supaya bisa mengikuti Yesus. (Mat. 19:27) Ada juga yang rela dikucilkan oleh masyarakat. (Yoh. 9:22) Tapi ternyata, Yesus malah dihukum mati. Ini membuat mereka merasa bahwa apa yang selama ini mereka nantikan tidak akan terwujud, dan mereka pun patah semangat. Mereka butuh dikuatkan. Yesus tahu bahwa kesedihan yang dirasakan para muridnya adalah hal yang wajar. Dia tidak menganggap mereka kurang beriman. Jadi pada hari dia dibangkitkan, dia langsung mulai menguatkan mereka. Misalnya, dia menemui Maria Magdalena yang sedang menangis di luar makam. (Yoh. 20:11, 16) Dia juga menemui dua murid yang sedang dalam perjalanan ke desa Emaus. Dan dia menemui Rasul Petrus. w24.10 41:5-6