PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • w82_No49 hlm. 19-23
  • Sengketa Kerajaan Ditonjolkan!

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Sengketa Kerajaan Ditonjolkan!
  • Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—1982 (No. 49)
  • Subjudul
  • Dibenarkan dalam Sengketa Ini
  • Para Pendukung yang Loyal dari Kerajaan
  • Di Mana Tempat ”Domba-Domba Lain”
Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—1982 (No. 49)
w82_No49 hlm. 19-23

Sengketa Kerajaan Ditonjolkan!

”Nyanyikanlah bagi Yehuwa nyanyian baru. . . . Katakanlah di antara bangsa-bangsa, ’Yehuwa telah menjadi raja.’”—MAZMUR 96:1, 10, NW.

1. (a) Nyanyian apa untuk pertama kali dapat dinyanyikan dengan tepat pada tahun 1914, dan mengapa? (b) Penginjak-injakan apa yang Yesus maksudkan di Lukas 21:24?

BARULAH pada tahun 1914 kata-kata nyanyian tersebut dapat dinyanyikan dan diterapkan dengan tepat untuk pertama kali, ”’Masa Orang Kafir’ telah berakhir, sebab raja-rajanya telah dihitung harinya.”a Pada tanggal 1 Oktober 1914 Perang Dunia I telah berkecamuk selama lebih dari dua bulan. Kata-kata mengenai Masa Orang Kafir ini menyangkut nubuat Yesus Kristus mengenai saatnya Yerusalem abad pertama dan baitnya akan dibinasakan. Kebinasaan ini terjadi pada tahun 70 M. Di Lukas 21:24 ucapan Yesus dikutip, ”Dan mereka [orang Yahudi] akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu [Masa Orang Kafir, Authorized Version.” Dahulu di jaman Raja Daud dari Israel, kota Yerusalem dijadikan ibukota dari kerajaan Allah yang bersifat bayangan. Maka Yerusalem menjadi lambang dari kerajaan Allah Yehuwa yang bersifat bayangan melalui raja yang diurapiNya atas bangsa Israel yang berdiri sendiri. Jadi, selaras dengan ini, kata-kata Yesus di Lukas 21:24 memaksudkan penginjak-injakan atas kerajaan Allah yang bersifat bayangan.

2. (a) Kapan penginjak-injakan pertama kali mulai, dan bagaimana? (b) Mengapa Kerajaan Mesias tidak didirikan setelah kebinasaan Yerusalem pada tahun 70 M.?

2 Kapankah penginjak-injakan itu mulai? Bukan pada tahun 70 M., 37 tahun setelah Yesus memberikan nubuatnya. Pada tahun itu kota Yerusalem yang telah dibangun kembali, dibinasakan, kali ini oleh pasukan tentara Roma. Tetapi penginjak-injakan yang Yesus nubuatkan adalah kelanjutan dari penginjak-injakan yang telah mulai pada waktu kebinasaan Yerusalem yang pertama kali oleh orang-orang Babel pada tahun 607 sebelum Penanggalan Masehi. Berabad-abad kemudian, pada tahun 70 M., pada waktu orang Roma membinasakan Yerusalem yang telah dibangun kembali, jangka waktu sepenuhnya dari ”masa Orang Kafir” belum dicapai. Yesus mengetahui fakta ini sebelumnya, dan karena itu ia tidak mengatakan bahwa kebinasaan mendatang oleh orang Roma atas Yerusalem yang telah dibangun kembali, akan segera disusul dengan didirikannya kerajaan Allah yang sesungguhnya atau sejati di tangan Mesias, Kristus. Sebaliknya, kerajaan Allah yang bersifat bayangan sebagaimana digambarkan oleh Yerusalem pada jaman Yesus akan terus diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak bersunat sampai ”masa Orang Kafir” yang ditetapkan, berakhir sesuai dengan waktu yang Allah tentukan sendiri.

3. (a) Bagaimana kita dapat menghitung jangka waktu dan akhir dari Masa Orang Kafir? (b) Sengketa yang paling penting apa ditonjolkan pada tahun 1914?

3 Di sini kita memperhatikan nubuat Daniel pasal 4, dan ternyata jumlah ”masa” tersebut adalah tujuh. Tahun-tahun yang tercakup dalam tiap masa akan sama jumlahnya dengan jumlah hari-hari dalam satu tahun, yaitu 360 hari. Satu hari akan mengartikan tahun, sesuai dengan cara bangsa-bangsa Kafir menghitung waktu. Jadi dengan perhitungan ini, ”tujuh” masa akan berjumlah 2.520 tahun. (Bandingkan Daniel 4:16, 23, 25, 32.) Karena masa itu mulai pada waktu orang Babel menggulingkan kerajaan Allah yang bersifat bayangan di Yerusalem pada tahun 607 S.M., dalam separuh bagian yang terakhir dari tahun itu, maka akhir dari masa itu akan jatuh pada tahun 1914 Penanggalan Masehi, dalam separuh bagian terakhir dari tahun tersebut. Dalam jangka waktu yang ditandai ini, Perang Dunia I mulai. Walaupun hal ini sangat menarik, makna yang paling penting sehubungan dengan berakhirnya ”masa Orang Kafir”, atau ”waktu yang ditetapkan bagi bangsa-bangsa” (New World Translation), dalam tahun yang dilanda perang ini adalah: kerajaan rohani Allah yang sejati di tangan PutraNya yang diurapi, Yesus Kristus, mulai di surga pada waktu itu. Karena hal ini dibantah oleh para pemimpin Susunan Kristen dan pihak-pihak lain, timbullah ”sengketa” yang paling penting dan kita harus menghadapinya!

Dibenarkan dalam Sengketa Ini

4. Siapa yang dibenarkan oleh peristiwa-peristiwa dunia?

4 Maka, pertama-tama, kita akan bertanya, Siapakah orang-orang yang, bertahun-tahun sebelumnya, menegaskan kepada seluruh dunia bahwa ”masa Orang Kafir” akan berakhir dalam separuh bagian terakhir dari tahun 1914? Tidak lain dari Siswa-Siswa Alkitab Internasional, yang menggunakan kolom-kolom majalah Watch Tower dan publikasi-publikasi Lembaga Alkitab dan Risalat Menara Pengawal. Dewasa ini mereka dikenal di seluruh dunia sebagai Saksi-Saksi Yehuwa. Apakah peristiwa-peristiwa dunia ternyata membenarkan mereka? Ya!

5. (a) Jawaban apa telah diberikan kepada mereka yang membantah bahwa Kerajaan Allah telah didirikan? (b) Bagaimana penggenapan Lukas 21:25-27 memberikan dukungan berdasarkan sejarah bahwa Masa Orang Kafir berakhir pada tahun 1914?

5 Karena kebanyakan dari umat manusia dewasa ini tidak memberi perhatian kepada perhitungan waktu yang Allah tetapkan, dan karena Susunan Kristen beserta ratusan sekte dan golongan agamanya membantah kebenaran perhitungan ini, apakah para penentang itu yang jumlahnya jauh lebih banyak dari pada Saksi-Saksi Yehuwa telah memenangkan pertikaian yang hangat mengenai saat didirikannya Kerajaan Allah melalui Kristus di surga pada tahun 1914 M.? Penggenapan nubuat Yesus mengenai apa yang akan menandai ”akhir dunia” (AV), atau ”penutup sistem ini” (NW), memberikan jawaban yang menggema kepada kita, Tidak! Enam puluh delapan tahun setelah 1914 kita melihat kenyataan dari hal-hal yang dinubuatkan oleh Yesus dalam Lukas 21:25-27, dalam kata-kata berikut, ”Di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaanNya.” Maka, berakhirnya Masa Orang Kafir dalam separuh bagian terakhir dari tahun 1914 masih tetap berdiri di atas dasar sejarah sebagai salah satu kebenaran kerajaan yang asasi yang harus kita pegang dewasa ini.

6. Mengapa murid-murid Yesus di jaman modern bersukacita sebaliknya dari pada turut merasakan kecemasan yang dialami oleh bangsa-bangsa?

6 Apakah setiap orang harus menjadi lemah karena takut mengingat hal-hal yang diharapkan menimpa bumi ini? Apakah Yesus mengatakan bahwa setiap orang akan merasa demikian? Sama sekali tidak! Sebab Yesus sendiri membuat perkecualian bagi murid-muridnya yang setia, dengan mengatakan kepada mereka kemudian, ”Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.” (Lukas 21:28) Menurut Matius 24:32, 33, Yesus juga berkata, ”Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.” (Lihat juga Markus 13:28, 29.) Karena adanya bukti yang kelihatan dalam keadaan-keadaan dan peristiwa-peristiwa dunia bahwa penyelamatan mereka sudah dekat, telah di ambang pintu, mereka bersukacita dan tidak turut mengalami kecemasan yang dirasakan oleh bangsa-bangsa Kafir.

Para Pendukung yang Loyal dari Kerajaan

7, 8. (a) Bagaimana sikap dari ’saudara-saudara’ rohani Kristus, dan mengapa? (b) Kewajiban apa yang dipikul oleh mereka?

7 Bagaimana sikap yang diambil oleh orang-orang ini mengenai sengketa Kerajaan dewasa ini? Kaum sisa di jaman kita sekarang, atau murid-murid Kristus yang masih tinggal, yang ia sebut sebagai ’saudara-saudara’ rohaninya dan yang mengharap untuk ikut bersama dia dalam kerajaan surgawinya, mengambil sikap untuk memberi dukungan yang loyal kepada Kerajaan Yehuwa melalui KristusNya. (Matius 25:40) Mereka membaca tanda-tanda jaman dengan tepat, yaitu bahwa Kerajaan yang telah lama didoakan telah didirikan dan mulai bekerja pada akhir masa Orang Kafir pada tahun 1914. Mereka menyadari bahwa kini tiba waktunya bagi mereka untuk mengumumkan kepada setiap orang bahwa sejak 1914 pemerintahan surgawi yang bersifat adimanusiawi telah memerintah dan bahwa pemerintahan itu akan mengakhiri sepenuhnya susunan dunia ini, dan dengan demikian melaksanakan pembenaran yang mulia bagi kedaulatan Allah Yang Mahatinggi di alam semesta. Mereka memikul kewajiban untuk melaksanakan nubuat Yesus,

8 ”Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh bumi menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”—Matius 24:14; Markus 13:10.

Di Mana Tempat ”Domba-Domba Lain”

9. Bagaimana ’saudara-saudara’ Kristus telah melaksanakan perintah nubuat ini, dan apa hasilnya?

9 Nubuat Yesus itu menjadi suatu perintah bagi murid-murid yang diurapi dengan roh, murid-murid dari Raja segala raja, Yesus Kristus, yang kini memerintah. Dengan taat mereka telah membuat kemajuan yang nyata dalam memberitakan Kerajaan di 205 negeri dan kepulauan. Juga, berita yang gemilang ini telah disampaikan kepada umat manusia dalam 174 bahasa, selain bahasa-bahasa isyarat. Tentu, banyak penduduk lain di bumi yang masih perlu dicapai melalui segala cara komunikasi modern, sehingga sebelum ’akhir’ itu, ”semua bangsa [seluruh bumi yang berpenduduk, NW]” benar-benar mendapat ”kesaksian”.

10, 11. (a) Bagaimana pengabaran Kerajaan telah menonjolkan sengketa itu? (b) Apa yang Yesus katakan dalam memperkenalkan corak terakhir dari ”tanda” itu?

10 Tetapi, bagaimana sambutan terhadap pemberitaan Kerajaan di seluruh dunia—ya, walaupun adanya segala tantangan dan penganiayaan yang Yesus katakan akan terjadi sebagai bagian dari ”tanda” dari ”kedatangan [kehadiran]”nya dalam Kerajaan surgawi dan dari ”kesudahan dunia [penutup sistem ini]”? Telah jelas adanya pemisahan yang tajam di antara penduduk bumi, yang mendukung dan yang menentang Kerajaan itu. Yesus menubuatkan pemisahan ini dalam nubuatnya mengenai ”tanda” itu, dan ini menjadi corak yang paling memuncak dari nubuatnya sebagaimana dicatat oleh rasul Matius. Yesus memperkenalkan perumpamaan terakhir ini dari nubuatnya dengan mengatakan,

11 ”Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaanNya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaanNya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapanNya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kananNya dan kambing-kambing di sebelah kiriNya. Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: ’Mari, hai kamu yang diberkati oleh BapaKu, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.’”—Matius 25:31-34.

12. Dari nubuat mana Yesus meminjam ungkapan ”anak manusia” dan apa artinya hal ini mengenai Kerajaan?

12 Kita perhatikan bahwa, sewaktu memperkenalkan perumpamaan nubuat ini, Yesus meminjam ungkapan ”anak manusia” dari Daniel 7:13, 14. Di sana kita membaca, ”Tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapanNya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.”

13. (a) Dari tempatnya yang strategis di surga, pemeriksaan apa dilakukan oleh Raja itu atas bumi kita? (b) Apa yang membuktikan bahwa Liga Bangsa-Bangsa bukan pernyataan Kerajaan Allah?

13 Segala bangsa dan suku bangsa telah dihimpunkan di hadapan Raja yang telah memerintah ini sejak akhir Masa Orang Kafir pada tahun 1914. Dari kedudukannya di surga, Raja ini dapat memeriksa mereka semua seraya bola bumi kita berputar pada porosnya. Ia mengetahui bahwa Perang Dunia I dilakukan bukan untuk memperjuangkan pemerintahan Kerajaannya. Tidak! Sebab setelah perang yang mengerikan itu berakhir Liga Bangsa-Bangsa didirikan di Den Haag, Negeri Belanda, dan Dewan Federal dari Gereja-Gereja Kristus di Amerika menyebutnya sebagai ”pernyataan politik dari Kerajaan Allah di atas bumi”. Tetapi jika memang benar demikian, mengapa Liga Bangsa-Bangsa dilumpuhkan oleh Perang Dunia II, dan mengapa ia digantikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa?

14. (a) Pertanyaan pribadi apa kini dihadapkan dengan masing-masing kita? (b) Bagaimana seseorang dapat memperoleh perkenan Raja itu? (c) Dalam hal-hal positif apa ”domba-domba” mendukung ’saudara-saudara’ dari Raja itu?

14 Demikianlah caranya bangsa-bangsa sebagai unsur-unsur politik telah memperlihatkan sikap terhadap sengketa Kerajaan, yang telah dihadapkan kepada mereka sejak 1914. Tetapi pertanyaan yang bersifat pribadi di hadapan kita masing-masing, ’Di mana aku berdiri, berada dalam sengketa Kerajaan ini?’ Apakah sikap saudara sama seperti sikap ”domba-domba” simbolik yang dihimpunkan di sebelah kanan Yesus Kristus, raja yang memerintah? Raja gembala ini mengatakan kepada kita bagaimana seseorang dapat dianggap layak untuk dipisahkan ke pihak perkenan ilahi berlawanan dengan orang-orang yang bersifat kambing. Caranya adalah dengan berbuat baik kepada sisa yang masih berada di bumi, dari ’saudara-saudara’ rohani Raja itu. Mereka mendukung kaum sisa ini dalam segala hal yang dapat mereka lakukan, dengan tidak merasa malu menerima pemberita-pemberita kabar baik tentang Kerajaan ini sekalipun dalam keadaan dipenjarakan. Mereka berusaha membantu kaum sisa keluar dari pembatasan sedemikian, seperti halnya dahulu pada tahun setelah perang, tahun 1919. Lebih positif lagi, secara langsung mereka turut bersama kaum sisa terurap dalam memberitakan ”Injil Kerajaan ini”, sebagaimana dinubuatkan oleh Yesus di Matius 24:14. Hal ini mereka lakukan kepada umum dan dari rumah ke rumah.

15. (a) Bagaimana imbalan yang diberikan kepada ”domba-domba” berbeda dengan yang diberikan kepada ’saudara-saudara’ Yesus? (b) Bagaimana hal ini berhubungan dengan maksud-tujuan Allah semula? (c) Mengapa suatu Kerajaan surgawi dibutuhkan untuk mencapai maksud ini?

15 Orang perorangan yang bersifat domba ini akan diberi imbalan, diundang oleh sang Raja untuk ’mewarisi Kerajaan yang telah disediakan bagi mereka sejak dunia dialaskan”. (Matius 25:34) Hal ini tidak berarti bahwa mereka harus mati dan memperoleh kebangkitan kepada kehidupan di surga bersama ’saudara-saudara’ rohani dari Raja itu. Ia tidak menyebut mereka ’saudara-saudara’nya. Mereka adalah orang-orang yang dipisahkan dari bangsa-bangsa yang dihimpunkan di hadapan takhtanya. Mereka mengharap-harapkan untuk diberkati oleh Kerajaan Yesus Kristus beserta ’saudara-saudara’ rohaninya. Jadi apa yang mereka warisi adalah lingkungan bumi dari kerajaan itu, di mana Firdaus akan dipulihkan di seluruh bola bumi. Ketika Allah Yehuwa menjadikan bumi kita Ia memaksudkannya untuk menjadi suatu firdaus seluruhnya, dan Ia menaruh pria serta wanita di bumi untuk mencapai maksud ini, mulai dari taman Eden, atau Firdaus Kesenangan. Kejatuhan Adam dan Hawa ke dalam dosa dan kematian tidak mengakibatkan kegagalan bagi maksud-tujuan Allah. (Yesaya 55:11) Ia segera mengadakan persiapan untuk mewujudkan Firdaus di seluruh bumi melalui suatu Kerajaan surgawi, di mana PutraNya yang loyal akan menjadi Penguasa, atau Raja. Kerajaan ini harus menjadi pemerintahan surgawi jika ia akan melenyapkan sumber dari dosa dan tipu daya Setan si Iblis, makhluk roh yang berkuasa.—Kejadian 3:15.

16. (a) Dengan cara apa orang-orang bersifat domba akan mendapat perkenan istimewa? (b) Kapan ”kambing-kambing” ini pergi ke dalam ”siksaan [pembinasaan] yang kekal”?

16 Orang-orang bersifat domba akan mewarisi lingkungan Firdaus ini dari Kerajaan surgawi. Suatu ”kumpulan besar” dari mereka akan mewarisinya tanpa pernah mati di bumi ini dan tanpa membutuhkan kebangkitan dari antara orang mati untuk hidup kembali di bumi. (Wahyu 7:9; 21:4) Sungguh cara yang menakjubkan bagi mereka untuk diantar sebagai orang-orang yang benar ke dalam hidup yang kekal! Mereka akan menyaksikan pada waktu semua orang yang bersifat kambing di bumi ini disuruh untuk ”masuk ke tempat siksaan [pembinasaan] yang kekal”. (Matius 25:41-46) Ini akan terjadi selama ”kesusahan yang besar”, yang akan mencapai puncak kehebatannya dalam ”peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Mahakuasa” di medan perang Harmagedon. (Wahyu 7:14; 16:14-16) Pada waktu itu, yang terakhir dari ”kambing-kambing” yang dikutuk ini akan dikerat dari kehidupan di bumi untuk selama-lamanya.

17. (a) Pertanyaan apa yang mendesak dihadapkan kepada saudara sekarang? (b) Dukungan saudara yang sepenuh hati untuk Kerajaan akan mengartikan bahwa saudara ikut dalam hak kehormatan apa?

17 Dengan kemungkinan-kemungkinan sedemikian yang harus dipilih oleh semua penduduk bumi, pertanyaan berikut sangat mendesak, ’Di mana saudara berdiri sehubungan dengan sengketa Kerajaan?’ Dengan siapa saudara ingin digolongkan—dengan ”domba-domba” yang diperkenan atau dengan ”kambing-kambing” yang dikutuk? Mereka yang tidak ragu-ragu mengambil sikap mendukung Kerajaan itu tidak hanya akan mewarisi Firdaus buminya, tetapi juga memperoleh bagian yang sangat menggembirakan dalam membenarkan kedaulatan Yehuwa di alam semesta, Allah dari segala allah dan Raja dari segala raja.—Mazmur 136:2; Daniel 2:47.

[Catatan Kaki]

a Lihat nyanyian berjudul ”Raja Kita Berbaris Maju”, di halaman 162, 163 dari buku Lagu Pujian Fajar Seribu Tahun, hak cipta 1905.

Sehubungan dengan sengketa Kerajaan, bagaimana saudara akan menjawab hal-hal berikut:

□ Jangka waktu mana tercakup dalam Masa Orang Kafir yang disebut dalam Lukas 21:24?

□ Menurut Lukas 21:25-27, peristiwa-peristiwa apa menandai akhir Masa Orang Kafir?

□ Selaras dengan Lukas 21:28, bagaimana reaksi Saksi-Saksi Yehuwa terhadap kemelut dunia sekarang ini?

□ Sehubungan dengan apa ”Anak manusia” dilukiskan dalam nubuat-nubuat, dan tindakan positif apa dituntut pada waktu ia tiba?

[Gambar di hlm. 19]

Kata-kata dari Lagu Pujian Fajar Seribu Tahun tergenap sejak 1914

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan